News

Australia Belum Tetapkan Larangan Mobil BYD di Fasilitas Militer

Pemerintah Australia memastikan pihak berwenang belum mengambil langkah apapun untuk membatasi keberadaan kendaraan listrik buatan China di pangkalan militer milik mereka.
Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles (Foto: CNA)

Sydney, Jurnas.com - Pemerintah Australia memastikan pihak berwenang belum mengambil langkah apapun untuk membatasi keberadaan kendaraan listrik buatan China di pangkalan militer milik mereka.


Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles, menyampaikan posisi resmi tersebut di tengah kebijakan militer Amerika Serikat (AS) yang melarang penggunaan mobil buatan pabrikan BYD di pangkalan udara mereka.


Menhan Marles menekankan bahwa pemerintah Australia secara konsisten terus memantau seluruh aspek keamanan dan keselamatan di sekitar pangkalan militer nasional, sebagaimana dikutip dari CNA pada Rabu (28/10).


Langkah tegas berupa pelarangan kendaraan listrik China secara eksplisit belum diambil oleh otoritas pertahanan Australia saat ini. Marles mengonfirmasi dalam wawancaranya bahwa pemerintah Australia sama sekali belum melangkah hingga ke tahap penerapan batasan larangan fisik di pangkalan.


Pernyataan Marles tersebut merespons tindakan pimpinan militer AS pada pekan sebelumnya yang memberlakukan larangan armada kendaraan BYD. AS menerapkan kebijakan pelarangan tersebut secara ketat di Pangkalan Udara Kadena yang berlokasi di Pulau Okinawa, Jepang.


Pentagon menilai keberadaan mobil listrik pabrikan BYD menghadirkan potensi bahaya keselamatan yang tidak dapat ditoleransi. Bahkan, AS secara resmi menyatakan bahwa kendaraan tersebut menghadirkan risiko yang tidak dapat diterima dan tidak dapat dimitigasi di fasilitas militer mereka.


Marles mengungkapkan bahwa pemerintah AS tidak melayangkan permintaan resmi agar Australia mengadopsi kebijakan pelarangan serupa. Australia dengan demikian mempertahankan kebijakan domestik mereka tanpa adanya dorongan atau tekanan dari sekutu utamanya tersebut.


"Kami tentu saja terus memantau semua keamanan di sekitar pangkalan kami dalam setiap aspek, tetapi kami belum mengambil langkah tersebut," kata Marles.


Diketahui, Australia merupakan salah satu pasar ekspor terbesar bagi pabrikan otomotif BYD di tingkat global bersama dengan Brasil dan Inggris. Pertumbuhan penjualan kendaraan listrik China di pasar Australia tersebut didorong oleh hambatan perdagangan yang relatif rendah dibandingkan negara lain.