https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Olimpiade dan Tradisi Emas Bulu Tangkis Indonesia

Redaksi | Senin, 02/08/2021 14:40 WIB



Greysia/Apriyani berhasil menyumbangkan emas perdana bagi Indonesia, yang membawa posisi Skuat Garuda naik ke posisi ke-34 dalam torehan medali sementara. Greysia Polii dan Apriyani Rahayu (Foto: Badminton Photo)

Jakarta, Jurnas.com - Jutaan mata menyaksikan laga final ganda putri bulu tangkis Olimpiade Tokyo 2020, yang mempertemukan pasangan Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu, dengan pasangan China Chen Qingchen/Jia Yifan pada Senin (2/8) siang.

Greysia/Apriyani berhasil menyumbangkan emas perdana bagi Indonesia, yang membawa posisi Skuat Garuda naik ke posisi ke-34 dalam torehan medali sementara.

Medali ini bukan urusan klasemen belaka. Kemenangan Greysia/Apriyani melengkapi torehan medali emas yang didapat Indonesia di ajang Olimpiade sejak 1992, yang kala itu digelar di Barcelona, Spanyol.

Baca juga :
Pertama Kalinya Hong Kong Penjarakan Penghina Lagu Kebangsaan

Adalah sang legenda bulu tangkis Indonesia, Susi Susanti dan Alan Budi Kusuma, kala itu mempersembahkan medali emas untuk Indonesia, masing-masing di nomor tunggal putri dan tunggal putra.

Kesuksesan ini berlanjut ke Olimpiade Atlanta 1996. Pasangan ganda putra Rexy Mainaky/Ricky Subagja berhasil membawa pulang satu-satunya medali emas dari cabang olahraga tersebut.

Baca juga :
Alasan Higienis, Greysia Polii Pilih Touchless Toilet TOTO

Empat tahun kemudian, giliran pasangan Tony Gunawan/Candra Wijaya yang meneruskan estafet tradisi juara. Keduanya meraih emas dalam Olimpiade Sydney pada tahun 2000 silam di nomor ganda putra.

12 tahun absen, nomor tunggal putra kembali mendulang medali emas di ajang Olimpiade. Kala itu, disumbangkan oleh Taufik Hidayat dalam Olimpiade Athena tahun 2004.

Baca juga :
TOTO Inisiasi Sistem Touchless Flush Toilet

Indonesia kembali menegaskan dominasinya di nomor ganda putra. Adalah pasangan Hendra Setiawan/Markis Kido menjuarai Olimpiade Beijing 2008, setahun sebelum keduanya memutuskan keluar dari Pelatnas PBSI pada 2009.

Nomor ganda campuran baru pecah telor di ajang Olimpiade Rio pada 2016 silam. Pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil meraih medali emas. Sayang, keduanya kini telah pensiun.

Dan yang terbaru, pasangan Greysia/Apriyani melengkapi torehan medali emas Indonesia di nomor yang belum pernah dimenangkan sebelumnya, yakni ganda putri. Greysia/Apriyani menuntaskan perlawanan pasangan China dengan menang dua set sekaligus.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Greysia Polii Apriyani Rahayu Olimpiade Tokyo Ganda Putri

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777