https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Lantik Anggota Pergantian Antar Waktu MPR, Bamsoet Ingatkan Bahaya Intoleransi

Aliyudin Sofyan | Senin, 01/02/2021 19:46 WIB



Kebhinekaan bukan hanya fakta sosiologis yang diterima sebagai sesuatu yang given, tetapi harus terus menerus diperjuangkan. Ketua MPR, Bambang Soesatyo saat melantik Ir. Irwan Ardy Hasman sebagai anggota pergantian antar waktu MPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, di Jakarta, Senin (1/2/21). (Foto: MPR)

Jakarta, Jurnas.com - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) berharap kejadian yang menimpa lembaga pendidikan di salah satu provinsi yang mewajibkan siswi non-muslim mengenakan hijab, maupun tindakan rasis yang dilakukan seseorang terhadap salah satu ras tertentu, hingga ekspresi keagamaan di ruang publik yang intoleran, tidak boleh terulang kembali di masa depan.

Berbagai tindakan tersebut sangat mengancam berbagai segi kemajemukan yang dimiliki bangsa Indonesia.

"Toleransi harus menjadi kebutuhan, karena kebhinekaan adalah elemen pembentuk bangsa. Kebhinekaan bukan hanya fakta sosiologis yang diterima sebagai sesuatu yang given, tetapi harus terus menerus diperjuangkan," ujar Bamsoet saat melantik Ir. Irwan Ardy Hasman sebagai anggota pergantian antar waktu MPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, di Jakarta, Senin (1/2/21).

Baca juga :
Lestari Moerdijat: Bangun Ekosistem Literasi dengan Langkah Nyata

Bamsoet mengingatkan, ketidakmampuan mengelola kemajemukan dan ketidaksiapan sebagian masyarakat untuk menerima kemajemukan, malah akan mengakibatkan gejolak yang membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa.

Dalam menjaga kebhinekaan tersebut, setiap anggota MPR RI memiliki kewajiban untuk memasyarakatkan Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Baca juga :
MPR Dorong Nasionalisme Generasi Muda Lewat LKBB-PB NTB 2026 di Mataram

"Metode sosialisasinya pun harus dilakukan secara menarik dan kreatif. Sehingga tidak menjadikannya hanya sekadar bahan untuk dihafal atau dimengerti saja. Melainkan perlu diterima dan dihayati, dipraktekkan sebagai kebiasaan, bahkan dijadikan sifat yang menetap, hingga menjadi bagian dari kepribadian setiap anak bangsa," kata Bamsoet.

Bamsoet menekankan, Empat Pilar MPR RI telah menjadi bagian dari benteng yang membuat bangsa Indonesia dapat bertahan dan eksis hingga sekarang. Karenanya, kemajemukan bangsa Indonesia harus menjadi sebuah kekuatan dalam menjaga negara Pancasila untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Baca juga :
Eddy Soeparno Hormati SMAN 1 Pontianak, Tegaskan Tak Boleh Ada Intimidasi

"Kita semua berada di dalam rumah besar kebangsaan bernama Indonesia. Musuh kita bersama bukanlah perbedaan. Melainkan nilai-nilai yang bertentangan dengan empat konsensus dasar dan persoalan kemanusiaan lainnya," pungkas Bamsoet.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR Bambang Soesatyo Pancasila Toleransi Empat Pilar

Terpopuler

Rabu, 08/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Spanyol vs Belgia

Kamis, 09/07/2026 03:03 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Argentina vs Swiss

Rabu, 08/07/2026 13:30 WIB
Olahraga

MU Incar Tchouameni, Madrid Pasang Harga Rp2,1 Triliun

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777