https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Perlu Lompatan Besar untuk Mewujdkan Peningkatan Peran Perempuan

Aliyudin Sofyan | Jum'at, 18/12/2020 14:55 WIB



Kita membutuhkan langkah besar untuk sebuah lompatan besar demi memperjuangkan hak-hak perempuan agar setara. Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Ketua MPR RI mengajak perempuan bergerak bersama, melahirkan terobosan sesuai konteks dan peluang yang ada untuk menjawab tantangan di masa kini dan mendatang.

"Kita membutuhkan langkah besar untuk sebuah lompatan besar demi memperjuangkan hak-hak perempuan agar setara. Bercermin dari sejarah, perempuan telah melakukan langkah besar melalui ide dan kerja nyata," ujar Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat saat membuka secara daring acara LEAP Virtual SUMMIT 2020, Kamis (17/12).

Menurut Lestari, hal yang sangat membanggakan pada pandemi dewasa ini, secara nyata kalangan perempuan telah menunjukkan peran serta yang signifikan.

Baca juga :
Tujuh Peristiwa Bersejarah yang Terjadi di Bulan Zulhijjah

Setidaknya, jelas Rerie, sapaan akrab Lestari, ada tujuh perempuan kepala negara yang dipuji karena mengelola pandemi Covid-19 dengan baik.

Ketujuh perempuan itu adalah Mette Frederiksen (Denmark), Kartin Jakobsdottir (Islandia) Sanna Marin (Finlandia), Angela Merkel (Jerman), Jacinda Ardern (New Zealand), Erna Solberf (Norwegia) dan Tsai Ing-wen (Taiwan).

Baca juga :
Lestari Moerdijat: Bangun Ekosistem Literasi dengan Langkah Nyata

Walaupun semua negara masih berhadapan dengan wabah, tambah Rerie, ketujuh pemimpin perempuan itu mampu menekan angka kematian karena Covid 19 di negara masing-masing.

"Kata dan tindakan para pemimpin perempuan itu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakatnya," ujar Legislator Partai NasDem itu.

Baca juga :
Hari Buku Nasional 17 Mei, Ini Sejarah dan Alasan Diperingati Setiap Tahun

Memperhatikan beragam peran perempuan di Indonesia dalam menghadapi dinamika dan tantangan zaman, menurut Rerie, Indonesia juga sarat dengan perempuan yang membawa perubahan.

Antara lain, jelasnya, Ratu Shima di Kerajaan Kalingga yang mengagumkan dengan pemerintahan terbuka, mengadopsi sistem pertanian dan menjadikan Kalingga bersinar emas penuh kejayaan.

Kemudian Ratu Kalinyamat (Retna Kencana) dari Jepara, Puteri Sultan Trenggono yang berhasil membangun armada laut terkuat yang mampu melawan kolonialisasi Portugis.

Selanjutnya Keumalahayati, perempuan dari Kesultanan Aceh. Mendapat gelar Laksamana saat memimpin 2000 pasukan Inong Balee (janda para pahlawan) dan membunuh Cornelis de Houtman. 

"Perempuan Indonesia di setiap masa menorehkan sejarah, leadership legacy (warisan kepemimpinan) yang tak hanya  mengagumnya tetapi juga menginspirasi," ujar Rerie.

Karena itu, tegas Rerie, memberi ruang bagi perempuan-perempuan Indonesia untuk bergerak, menjadi pemimpin dan melakukan perubahan adalah potensi bangsa yang harus terus diwujudkan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR Lestari Moerdijat Perempuan Sejarah

Humanika

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777