https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Baznas Berdayakan Penjahit Disabilitas Produksi Masker

Redaksi | Jum'at, 10/04/2020 05:44 WIB



Kelompok Karya Cacat Berkreasi (KCB) Anggrek yang saat ini diberdayakan Baznas turut mendukung ketersediaan masker di masyarakat. Proses penjahitan masker oleh salah seorang penyandang disabilitas

Jakarta, Jurnas.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mendorong mustahik penjahit binaan meningkatkan produksi masker dalam rangka pemenuhan kebutuhan masker oleh masyarakat yang saat ini terus meningkat seiring dengan meluasnya pandemi Covid-19.

Kelompok Karya Cacat Berkreasi (KCB) Anggrek yang saat ini diberdayakan Baznas turut mendukung ketersediaan masker di masyarakat. Para anggota kelompok ini merupakan penyandang disabilitas binaan Baznas yang difasilitasi mesin jahit khusus. Mereka sudah berpengalaman dalam bidang konveksi khususnya menjahit.

Plt Kepala LPEM Baznas, Deden Kuswanda mengatakan Baznas memberikan pendampingan kepada para penjahit disabilitas ini untuk meningkatkan kapasitas produksinya hingga mencapai 500 pieces per hari.

Baca juga :
Lestari: Komitmen Melindungi Penyandang Disabilitas Harus Konsisten

“Pandemi Covid-19 menjadikan permintaan masker kain semakin tinggi dan hal ini dirasakan pula oleh kelompok KCB Anggrek. Selama dua minggu terakhir ini mereka mendapat tambahan pesanan masker kain dari berbagai pihak. Harga masker yang di produksi saat ini sangat terjangkau yakni Rp5.000 hingga Rp5.500 per satuan,” jelas Deden, Kamis (9/4).

Deden menambahkan masker yang dihasilkan oleh kelompok KCB Angrek merupakan masker kain sesuai dengan standar anjuran pemerintah yang dapat menutupi hidung sampai dagu dan terdiri dari tiga lapis kain. Lapisan ketiga merupakan kantong sebagai tempat tambahan tisu di bagian hidungnya.

Baca juga :
Menko PM Sebut Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Akan Terus Digencarkan

“Pendamping lapangan dari Baznas juga memperhatikan kualitas hasil masker yang akan dijual ke masyarakat. Harapannya dengan situasi seperti ini, kelompok dapat memproduksi masker dengan jumlah besar untuk mengakomodir kebutuhan pasar dalam upaya pencegahan Covid-19, sekaligus dengan begitu dapat meningkatkan omset pendapatan kelompok,” ujarnya.

Sementara Kepala Divisi Pendayagunaan, Randi Swandaru mengatakan Baznas terus memaksimalkan potensi usaha setiap mustahik agar tetap stabil di tengah krisis, sembari tetap menyumbang manfaat kepada masyarakat. Baznas berkomitmen akan mendampingi mustahik dalam kondisi apapun.

Baca juga :
Hadiri Kampanye Beramal, Penyandang Disabilitas Diberi Kaki Palsu oleh Ahmad Ali

Berlokasi di Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Kelompok Karya Cacat Berkreasi (KCB) Anggrek merupakan kelompok penjahit binaan Baznas yang telah mendapatkan bantuan perlengkapan konveksi sejak September 2019. KCB Anggrek ini memiliki 15 anggota, dimana 12 orang diantaranya memiliki usaha konveksi dan sementara yang lain berprofesi di bidang perdagangan serta jasa.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Lembaga Baznas Penyandang Disabilitas Penjahit Masker

Terpopuler

Minggu, 05/07/2026 20:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Spanyol

Jum'at, 03/07/2026 03:03 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Australia vs Mesir

Sabtu, 04/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belgia vs Amerika Serikat

Humanika

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777