https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Usaha YKPI Jemput Bola untuk Pasien Kanker Payudara

Eka Wahyu Pramita | Jum'at, 11/10/2019 12:01 WIB



Kepedulian masyarakat dan dukungan kepada para penyintas kanker payudara dapat menekan angka kejadian kanker payudara stadium lanjut.  Linda Agum Gumelar (tengah) | Foto: Istimewa

Jakarta, Jurnas.com - Untuk ketiga kalinya Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) pimpinan Linda Agum Gumelar bekerjasama dengan Double Tree Hotel by Hilton Jakarta menyelenggarakan Pink Ribbon Gala Dinner, Kamis malam (10/10).

Kegiatan dalam rangka bulan peduli kanker payudara internasional ini bertujuan untuk mendukung mereka yang tengah berjuang mengalahkan kanker payudara dan pentingnya membangun kesadaran masyarakat atas kejadian kanker payudara stadium lanjut.

Linda menegaskan kepedulian masyarakat dan dukungan kepada para penyintas kanker payudara dapat menekan angka kejadian kanker payudara stadium lanjut.

Baca juga :
Plt Sesjen MPR Bagikan Kisah Inspiratif Lawan Ketakutan Deteksi Dini

Berdasarkan data dari RS Kanker Dharmais (RSKD) sebagai Pusat Rujukan Kanker Nasional diketahui bahwa 56 persen pasien yang ditangani oleh RSKD adalah pasien kanker payudara.

“Kondisi ini sungguh sangat memprihatinkan dan semakin mengusik serta memotivasi kami YKPI untuk semakin bekerja menurunkan angkat kejadian kanker payudara stadium lanjut di Indonesia,” kata Linda.

Baca juga :
Jenis Makanan yang Bisa Tingkatkan Potensi Kanker Payudara

YKPI, ditambahkan mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabinet Indonesia Bersatu itu, kini fokus pada upaya-upaya preventif. Menurutnya jika pasien kanker payudara ditemukan pada stadium awal maka angka harapan hidupnya akan lebih tinggi jika dibangdingkan dengan pasien yang didiagnosis stadium lanjut.

Lebih lanjut Linda menjelaskan pengobatan penyakit mematikan ini memang tidak murah. Melalui pelbagai program YKPI yang dipimpinnya, Linda memaparkan upaya pencegahan dini kanker payudara stadium lanjut dengan sosialisasi deteksi dini melalui SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) ke beberapa daerah hingga ke pelosok tanah air.

Baca juga :
Faktor Risiko Kanker Payudara yang Sering Tidak Disadari

“Ternyata penyebaran informasi tentang kanker payudara di Indonesia belum merata, bahkan masih ada mitos-mitos di kelompok masyarakat yang mendorong maraknya pengobatan non medis. Ada juga sekelompok orang yang masih merasa malu divonis kanker payudara meski baru stadium awal dan memilih menunda pengobatan medis,” ungkap Linda. 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Mobil Kemoterapi Kanker Payudara

Terpopuler

Senin, 06/07/2026 17:15 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Swiss vs Kolombia

Selasa, 07/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Norwegia

Minggu, 05/07/2026 20:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Spanyol

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777