https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Alasan Mereka Memiliki Lebih dari Satu Pasangan

Eka Wahyu Pramita | Selasa, 02/04/2019 15:15 WIB



Bagi mereka yang terlibat dengan banyak pasangan secara bersamaan, mengapa mereka melakukannya? Mungkin ada sejumlah alasan. Ilustrasi hubungan

Denpasar, Jurnas.com - Kasus Poliandri yang tengah viral diperbincangkan di jagat media sosial, kemarin Senin (1/1) Pengadilan Negeri Negara, Senin, kembali menyidangkan kasus penipuan dengan motif poliandri (suami lebih dari satu).

Ketua Majelis hakim, I Gede Yuliartha, dengan dua hakim anggota yakni Mohammad Hasanudin Hefni dan Alfan Firdauzi Kurniawan, membacakan amar putusan secara bergiliran.

Dikutip dari laman Berita Bali, dalam amar putusan, hal yang memberatkan yakni terdakwa terbukti melakukan penipuan kepada suami keduanya sehingga merugikan korban sekitar 1,4 miliar rupiah, sedangkan yang meringankan pelaku mengakui perbuatannya dan bersikap sopan dalam persidangan.

Dalam putusannya majelis hakim menjatuhkan hukuman 3 tahun penjara. Selain itu pengadilan juga memerintahkan untuk tetap menahan Ayu. Vonis ini lebih ringan 6 bulan dari tuntutan JPU yakni 3,6 tahun.

Merujuk dari fenomena pasangan lebih dari satu, seperti yang dilansir dari laman Luvze, Dr Justin Lehmille menjelaskan harapan di sebagian besar budaya dan masyarakat adalah individu hanya terlibat secara romantis dengan satu orang saja.

Hal ini juga berasal dari fakta bahwa perkawinan yang secara universal didefinisikan sebagai persatuan dua orang serta dipercaya sebagai keadaan hubungan yang ideal dan harus diperjuangkan bersama.

Bagi mereka yang terlibat dengan banyak pasangan secara bersamaan, mengapa mereka melakukannya? Mungkin ada sejumlah alasan.

"Beberapa mungkin melakukannya karena mereka tidak siap untuk berkomitmen pada satu orang, sementara beberapa hanya tidak yakin apa yang mereka cari," tulis Dr Lehmille.

Orang lain mungkin didorong oleh narsisme, dorongan seksual, atau kebutuhan untuk validasi. Ada juga beberapa individu yang memang merasa mereka dapat mencintai banyak orang pada saat yang sama atau sebuah praktik yang dikenal sebagai polyamory.

Meski begitu, ini hanyalah sebuah kemungkinan karena bagi satu orang ke orang lainnya mungkin memiliki alasan atau preferensi yang berbeda.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kasus Poliandri Hubungan Ideal

Terpopuler

Selasa, 07/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Norwegia

Selasa, 07/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Maroko

Rabu, 08/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Spanyol vs Belgia

Selasa, 07/07/2026 11:44 WIB
Olahraga

Persib Resmi Lepas Andrew Jung dengan Harga Fantastis

Humanika

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777