https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Begini Kisah Hidup Ahok dalam Film A Man Called Ahok

Eka Wahyu Pramita | Jum'at, 07/09/2018 16:29 WIB



A Man Called Ahok, sebuah film tentang hubungan anak dan ayah dalam mewujudkan mimpi dan visinya. Aksi Daniel Mananta saat memerankan Ahok (Foto: The United Team of Art)

Jakarta - Film A Man Called Ahok ‘meminjam’ cerita dari kehidupan Ahok kecil di Gantong, kepulauan Belitung Timur sekitar 1976 sampai beliau menjabat Bupati Belitung Timur 2005.

Sosok Ahok muda diperankan Eric Febrian, putra daerah Belitong, sedangkan Ahok dewasa oleh Daniel Mananta.

Film ini juga diperkuat oleh barisan pemain lainnya, seperti; Chew Kin Wah, Sita Nursanti, Denny Sumargo, Donny Damara, Eriska Rein, Edward Akbar, Mike Lucock hingga Ferry Salim, dan didukung oleh Yayu Unru, Arswendy Nasution, Dewi Irawan, Ria Irawan, Jill Gladys, Samuel Wongso, Albert Halim, Aida Nurmala, Donny Alamsyah dan Verdi Solaiman.

Baca juga :
Polemik Film Pesta Babi, Pengamat: Jangan Reaktif, Kesempatan untuk Dialog
Sutradara Film A Man Called Ahok Putrama Tuta mengatakan film ini adalah sebuah cerita bagaimana sebuah karakter dapat terbentuk, apa yang membuat seorang Ahok menjadi sosok yang kita kenal saat ini.

"Karena itu, saya memilih bagian terpenting dari kehidupan manusia. Yakni mengangkat kehidupan daalam sebuah Keluarga,” ucap Tuta.

Baca juga :
Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Kuatkan Ekonomi Keluarga
Tuta menegaskan film ini tidak ada wacana apalagi konflik politik, murni bercerita tentang keluarga dan apa yang membuat Ahok menjadi sosok yang dikenal publik seperti saat ini.

Didikan seorang ayah ketika membesarkan anak-anaknya memiliki pengaruh besar pada diri seseorang pada saat dewasa. Selalu ingin membantu masyarakat sekitarnya sehingga memberi dampak sosial positif menjadi bagian dari cinta manusia kepada tanah air mereka.

Baca juga :
Festival Film Cannes, Sutradara Iran Kutuk AS dan Israel
“Rasa bangga, kecewa, bahagia dan marah melihat situasi yang terjadi di tanah kelahiran membuat itu menjadi sempurna bagi saya sebagai pembuat film, untuk bisa mengeluarkan suara dan menghapus perbedaan melalui gambar dan cerita yang dapat saya sajikan dengan tujuan membuat dampak sosial yang positif.”

Produser Reza Hidayat mengatakan film ini bercerita pada perjuangan seorang anak lelaki hingga menjadi pria dewasa yang tanpa henti selalu berusaha demi kebenaran yang dia yakini.

Dedikasi seorang ayah terhadap keluarga dan masyarakat, serta pengorbanan dan penerimaan akan keputusan yang telah menjadi garis hidupnya untuk membela orang kecil dan melakukan perubahan untuk kebaikan yang selalu diajarkan kepada anak-anaknya.

Ahok mengirim pesan dari Rutan Mako Brimob. “Terimakasih kepada cast dan crew yang telah bekerja keras membuat film A Man Called Ahok. Sebuah film tentang hubungan anak dan ayah dalam mewujudkan mimpi dan visinya. Saya ucapkan sukses, sukacita, dan doa saya yang terbaik agar film yang akan rilis ini dapat ditonton oleh seluruh masyarakat”

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Film A Man Called Ahok Keluarga

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777