https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Tiap Tahun 78 Juta Bayi Terancam Meninggal

Supianto | Rabu, 01/08/2018 09:54 WIB



Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama UNICEF, bertepatan dengan awal Pekan Menyusui Dunia, mengamati para ibu di 76 negara yang  berpenghasilan rendah dan menengah. UNICEF

Jakarta - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menaksir 78 juta bayi yang baru lahir berisiko tinggi mengalami kematian setiap tahun karena tidak segera minum susu ibu (ASI) bebera jam setelah dilahirkan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama Badan Anak-anak (UNICEF), bertepatan dengan awal Pekan Menyusui Dunia, mengamati para ibu di 76 negara yang  berpenghasilan rendah dan menengah.

Ditemukan, hanya dua dari lima bayi yang mendapat susu setelah lahir. Ia juga mengatakan menyusui secara instan seperti di Afrika timur dan selatan, tidak terjadi di Asia Timur dan Pasifik, di mana kurang dari sepertiga bayi yang baru lahir dapat minum susu ibu mereka.

Baca juga :
Pemerintah Ajak Anak Muda Jadi Pelopor Pembangunan Kawasan Transmigrasi

"Ketika  awal menyusui, waktu adalah segalanya. Di beberapa negara, itu bahkan bisa menjadi masalah hidup atau mati," kata direktur eksekutif UNICEF, Henrietta Fore, dilansir Al Jazeera, Rabu (1/8).

"Setiap tahun, jutaan bayi yang baru lahir tak mendapatkan manfaat air susu ibu, dan problemnya sebetulanya bisa diubah. Ibu hanya tidak menerima dukungan yang cukup untuk menyusui dalam menit-menit penting setelah lahir, bahkan dari tenaga medis di fasilitas kesehatan," katanya.

Baca juga :
Heri Black Irit Bicara Usai Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bea Cukai

Penelitian sebelumnya yang dikutip dalam laporan itu menyebutkan, menunda pemberian ASI antara dua dan 23 jam meningkatkan risiko kematian bayi sebesar 33 persen. Di antara bayi yang baru lahir menyusui sehari atau lebih setelah lahir, risikonya dua kali lebih tinggi.

Laporan itu menunjukkan beberapa alasan mengapa banyak bayi tidak mendapatkan manfaat susu setelah dilahirkan, termasuk praktik membuang ASI pertama ibu dan memberi makan bayi baru lahir air gula atau susu formula.

Baca juga :
Heri Black Diperiksa, KPK Dalami Barang Bukti dari Rumah Semarang

Kolostrum, susu pertama yang diproduksi oleh ibu, kadang-kadang disebut "vaksin pertama" bayi karena mengandung nutrisi dan antibodi yang tinggi.

"Menyusui memberi anak-anak permulaan terbaik dalam hidup," ujar Direktur jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

"Kita harus segera meningkatkan dukungan untuk ibu, baik itu dari anggota keluarga, petugas layanan kesehatan, pengusaha dan pemerintah, sehingga mereka dapat memberi anak-anak mereka awal yang layak mereka dapatkan," katanya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

ASI bayi WHO UNICEF

Terpopuler

Minggu, 12/07/2026 05:05 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Spanyol

Minggu, 12/07/2026 06:06 WIB
Gaya Hidup

12 Contoh Ucapan Hari Koperasi Indonesia 2026 yang Penuh Makna

Senin, 13/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Argentina

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777