https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Cak Imin: Ketimpangan Sosial Bisa Bikin Semangat Kebangsaan Memudar

Herwin Wijaya | Sabtu, 28/07/2018 14:14 WIB



Semangat nasionalisme dan Islam di Indonesia akhir-akhir ini mendapatkan tantangan. Paling tidak ada dua tantangan besar yang membuat semangat kebangsaan menjadi problematik.  Cak Imin

Jakarta - Semangat nasionalisme dan Islam di Indonesia akhir-akhir ini mendapatkan tantangan. Paling tidak ada dua tantangan besar yang membuat semangat kebangsaan menjadi problematik. 

Pertama desakan ideologi transnasional yang muncul akibat merebaknya konflik di timur tengah. Penetrasi ajaran radikal menyebabkan adanya dikotomi atau pemisahan semangat Islam dan kebangsaan dan menyebabkan munculnya khilafah sebagai ideologi alternatif.

Kedua, ketidakadilan dan ketimpangan ekonomi yang tinggi juga menyebabkan kekecewaan warga yang merasa terpinggirkan dalam kehidupan berbangsa.

Baca juga :
Soroti Pelaksanaan Haji, Cak Imin Beberkan 3 Aspek Krusial Jelang Armuzna

Hal ini disampaikan Cak Imin dalam kuliah umum di Caulfield Monash University, Melbourne, Australia pada Jumat petang (27/7), yang dihadiri sekitar 200 civitas akademika dan warga Indonesia di Melbourne. Kuliah umum ini dibuka oleh Dekan Fakultas Seni Universitas Monash Profesor Shareen dan dimoderatori oleh Asisten Profesor Julian Millie. Cak Imin membawakan makalah berjudul Indonesia, Islam dan Nasionalisme.

Salah satu bukti kekecewaan akibat ketidakadilam yang belum teratasi ini, menurut Ketua Umum PKB ini, bisa terlihat dari adanya kerinduan terhadap era Orde Baru sehingga mengaburkan kemajuan dan pencapaian reformasi bangsa Indonesia sejak tahun 1998.

Baca juga :
Once Ajak Slank dan Teman Musisi Berbagi Inspirasi di Kampus

“Padahal ada banyak kemajuan-kemajuan reformasi yang sudah bisa kita lihat seperti adanya peningkatan anggaran APBN pendidikan 20 % dan munculnya pembangunan yang tidak hanya dari atas ke bawah (top-down) tetapi juga dari bawah keatas (bottom-up) lewat skema seperti dana desa yang digulirkan oleh pemerintah“ ujar Cak Imin.

Menurut Wakil Ketua MPR itu, Pemerintah Indonesia perlu bekerja keras mengatasi ketimpangan ekonomi lewat berbagai skema seperti pembagian lahan paling tidak 100-200 hektar per tahun untuk petani dan membuat skema kemitraan perbankan untuk membantu usaha kecil rakyat miskin.

Baca juga :
Audiensi Kebangsaan Hari Buruh, Ibas Tegaskan Komitmen Perjuangkan Pekerja

Pola usaha public private partnership yang dijalankan secara terukur dan proporsional, terutama di sektor pertanian dan ekonomi desa, bisa dikembangkan.

Dekan Shareen menyampaikan apresiasinya terhadap pemikiran dan pengalaman politik Cak Imin. Sebagai penutup diskusi ini, Profesor Shareen menyatakan sangat tertarik untuk bekerja sama dengan kampus-kampus NU di Indonesia. Agar kedua belah pihak dapat saling memerkaya wawasan dan saling memajukan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta MPR Cak Imin Kebangsaan

Terpopuler

Minggu, 26/07/2026 03:03 WIB
Humanika

Mengapa Hari Mangrove Sedunia Diperingati Setiap 26 Juli?

Jum'at, 24/07/2026 15:34 WIB
Info Bank BNI

BNI Tegaskan Kedatangan Siswa Bukan atas Arahan Petugas

Sabtu, 25/07/2026 10:21 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Indonesia vs Kamboja

Humanika

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777