https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Alasan 14 Brand Lokal Ini Rambah Pasar Singapura

Eka Wahyu Pramita | Kamis, 26/07/2018 07:03 WIB



Peserta dari brand lokal yang terpilih sudah diseleksi dari berbagai kriteria untuk difasilitasi di ajang Rising Fashion 2018. Dari 92 pendaftar, sebanyak 14 brand lokal yang lolos difasilitasi Bekraf dalam Rising Fashion 2018 (Foto: Ecka Pramita)

Jakarta - Merujuk pada tahun 2017, data Outlook Ekonomi Kreatif menunjukkan bahwa subsektor fashion menyumbang 54.54 persen (US dolar 10,90 miliar) terhadap nilai total ekspor sektor ekonomi kreatif pada 2015.

Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Ricky Joseph Pesik mengatakan, untuk Indonesia, fashion merupakan salah satu sub-sektor ekonomi kreatif yang menjadi unggulan.

"Harusnya bisa rutin karena pasarnya jelas, kualitas bisa bersaing dengan merek lain di dunia, bisa membuka jalan bagi para pemilik brand untuk terus mengembangkan dan hadir secara permanen," ujar Ricky di Jakarta, Rabu (25/7).

Baca juga :
Tantangan Industri Herbal, Produk Lokal Perluas Pasar Internasional
Ricky menambahkan, ekspor produk ekonomi kreatif mencapai US$ 20 miliar pada 2016. Di antaranya, US$ 10,9 miliar disumbang oleh sub sektor fashion. Dari jumlah itu, "Sekitar US$ 1,2 miliar itu hasil ekspor produk fashion ke Singapura," ujarnya.

Untuk itu, ia berharap Rising Fashion yang digelar di Singapura nanti menjadi program rutin, kalau perlu ditingkatkan menjadi empat kali tiap tahun.

Baca juga :
Ini Sejarah Hari Keragaman Budaya Sedunia yang Diperingati Setiap 21 Mei
Rising Fashion pertama kali dihelat dalam rangka memperingati hubungan diplomatik Indonesia dan Singapura pada 2017. Saat itu, Rising Fashion di gelar di Indonesia yang melibatkan 12 peserta dari kedua negara.

Salah satu Fashion Curator Hanafie Akhmad menambahkan, peserta yang terpilih sudah diseleksi dari segi kualitas produk, kemampuan komunikasi, originalitas, dan administrasi sudah berbadan hukum

Baca juga :
Diperingati Setiap 21 Mei, Ini Sejarah dan Makna Hari Meditasi Sedunia
"Produk peserta juga beragam, mulai dari kebutuhan dasar fashion ready to wear, kaos kaki hingga gaun malam dan modest wear. Jadi satu sama lain punya pasar masing-masing yang bisa saling melengkapi" kata dia.

Hanafie mengakui sebanyak 92 brand lokal yang masuk tidak muah untuk mengkurasinya, apalagi setelah pihaknya melihat market Singapura.

"Setelah melalui dua kali penyaringan akhirnya terpilih 14 brand lokal yang memiliki kualitas baik dan layak go internasional serta siap bersaing," tambahnya.

Perwakilan brand lokal terpilih Diniira mengatakan tahapan kurasi yang dialui cukup berat karena harus presentasi karya kami di depan Bekraf. "

Karena brand kami cukup baru, tahun ketiga di ready to wear, proses ini menjadi langkah go internasional, belajar melihat market buyer, tidak hanya di pasar lokal," harapnya.
 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Rising Fashion Bekraf Brand Lokal Internasional

Terkini | Jum'at, 12/06/2026 20:54 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777