https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Yan Yan Sunarya, Si Doktor Batik Sunda Pertama di Dunia

Mutiul Alim | Rabu, 11/07/2018 09:36 WIB



Yan Yan mengenalkan dirinya sendiri sebagai Doktor Batik Sunda pertama di dunia pada tahun 2014 Yan Yan Sunarya, doktor Batik Sunda pertama di dunia (Foto: Humas ITB)

Bandung – Batik merupakan salah satu warisan kebudayaan Indonesia yang telah diakui dunia, dan tidak hanya dipandang sebagai kain tradisional beragam corak. Melalui batik kita bisa memaknai sejarah, nilai kebudayaan, dan identitas suatu daerah.

Atas dasar itulah seorang Dosen Kriya Dr. Yan Yan Sunarya, S.Sn., M.Sn. berkomitmen mempopulerkan batik lebih luas lagi di dunia.

Bahkan saking cintanya pada batik, khususnya Batik Sunda, Yan Yan mengenalkan dirinya sendiri sebagai Doktor Batik Sunda pertama di dunia pada tahun 2014, yang kemudian pada tahun 2016 diakui sebagai "The First Doctor in Sundanese`s Batik" dalam @KoreanUpdates!

Baca juga :
Mahasiswa ITB yang Sempat Hilang di Gunung Puntang Ditemukan Selamat

Yan Yan meraih gelar sarjananya di Desain Tekstil FSRD ITB, gelar magister di Desain FSRD ITB, dan gelar doktor di Ilmu Seni Rupa dan Desain FSRD ITB. Atas kesadarannya terhadap tanah kelahiran, dirinya mendalami khazanah Batik Sunda dengan penelitiannya yang berjudul ‘Strategi Adaptasi Visual pada Ragam Hias Batik Sunda’.

Ketua Program Studi S-3 Ilmu Seni Rupa dan Desain ITB ini, sengaja mempopulerkan diri sebagai Doktor Batik Sunda, karena tidak banyak orang tahu bahwa di Sunda juga mempunyai corak batik yang khas yang dapat diteliti secara mendalam. Kekhasannya itu muncul dari karakter orang Sunda yang humoris dan ceria dalam bentuk warna, corak, motif, komposisi, penamaan, dan sebagainya.

Baca juga :
Gubernur: Mulai Tahun Ini Mahkota Binokasih Diarak Keliling Jabar

Dia menceritakan, saat lulus S-1 di FSRD ITB, penelitian yang dilakukan mengenai fashion modern. Lanjut S-2 di fakultas yang sama juga mengenai fashion di era posmodern. Namun saat S-3, penelitiannya disarankan oleh promotor agar tidak lagi mengangkat kembali desain modern.

“Saya diamanatkan untuk mengangkat soal Batik Sunda. Dan dari situlah saya tertarik untuk mempopulerkan Batik Sunda,” kata Dr. Yan Yan saat berbincang di Gedung Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB, Jalan Ganesa, Selasa (10/7).

Baca juga :
Jabar Tetapkan 18 Mei Hari Tatar Sunda, KDM: Sudah Persetujuan Mendagri

Yan Yan menjelaskan, kurikulum mengenai kearifan lokal di bidang batik perlu dimasukkan ke dunia pendidikan formal. Sehingga dengan begitu orang bisa mengenal batik lebih mendalam lagi tidak hanya produknya saja.

“Pada awalnya tidak ada belajar kearifan lokal yang masuk dalam kurikulum. Yang ada ialah International Style. Baru pada tahun 1991 sebagai periode posmodern di Indonesia, sudah mulai diakui kearifan lokal dari Indonesia. Dari sanalah kurikulum kita sudah memahami bahwa kita itu punya kekuatan lokal. Akhirnya memasukan mata kuliah Batik, Ikat, Tinjauan Kriya, Sejarah Kriya, dan seterusnya sebagai muatan lokal di sini,” ujarnya.

Tentang Batik Sunda

Sejarah Batik dalam masyarakat Sunda dijelaskan Yan Yan, berasal dari kata “euyeuk” dan “pangeuyeuk”. Hal itu terdapat di dalam naskah Sunda Buhun Siksa Kanda Ng Karesian pada abad ke-16.

Dalam naskah itu dijelaskan mengenai bahan, potongan, warna, corak, estetika, dan cikal bakal batik saat ini. Contoh warna khas batik Sunda misalnya, beureum euceuy (merah kuat), hejo ngagedod (hijau pekat) dan warna lainnya.

“Bagaimana rancangannya, itu ada istilah didadarkeun, wirahma, dilempengkeun, entong paliyas, kade papalimpang. Banyak sebetulnya cuma saja visualisasinya tidak ada, melainkan baru secara literasi saja,” tutur Yan Yan.

Karena hanya sebatas bukti literasi, sehingga sulit untuk mengetahui bentuk visual asli batik Sunda. Oleh karena itulah visualnya sebagian dipengaruhi batik Jawa yang ada saat ini. Sebab menurutnya antara batik Jawa dan Sunda punya saling keterkaitan secara historis.

Batik Sunda, kata Yan Yan, tercermin dari orang Sunda yang terbuka (muka), adaptif (merenahkeun), positif (hade hate), dan kreatif (binangkit). Sehingga dalam unsur pemilihan warnanya mencerminkan keceriaan, kadang terang. “Dasarnya ceria, humoris, dan ekspresif,” ucapnya.

Dia mengatakan, saat ini batik yang ada di pasaran tidak sepenuhnya asli. Melainkan sudah bercampur dengan "batik palsu" hasil printing. Batik ini biasanya beredar di pasaran dengan harga yang amat murah. Oleh karena itu ia memberi saran kepada pemerintah harus bisa memberikan subsidi kepada pengrajin batik, baik berupa insentif, bahan baku, peralatan, dll., sehingga batik mereka bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.

“Sekarang di ITB sudah ada kurikulum batik untuk mata kuliah pilihan, ternyata peminatnya cukup banyak, di luar prodi kriya ada prodi astronomi, kimia, arsitektur, pokoknya membludak,” katanya.

Selain pada batik, Dr. Yan Yan juga punya ketertarikan di bidang Korean Fashion. Pada 2016, ia diberi kesempatan sebagai mentor dalam acara Young Creator Indonesia Fashion Institute (YCIFI). Kegiatan acara itu salah satunya dengan mengadakan Basic Fashion Design Course bagi para calon desainer tanah air mengenai Korean Fashion dalam konteks pertukaran kebudayaan.

Acara tersebut merupakan kerjasama antara Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB, Program Studi Kriya, dengan Korea Foundation for International Culture Exchange (KOFICE) dan Global Korean Lounge (GKL) Foundation. Kerjasama itu dimulai pada tahun 2014 sampai sekarang.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Batik Sunda ITB

Terpopuler

Minggu, 12/07/2026 05:05 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Spanyol

Minggu, 12/07/2026 06:06 WIB
Gaya Hidup

12 Contoh Ucapan Hari Koperasi Indonesia 2026 yang Penuh Makna

Senin, 13/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Argentina

Senin, 13/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Prediksi Starting XI Timnas Prancis vs Spanyol

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777