https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Zulhasan: Radikalisme Bisa Masuk Karena Kita Sempat Alpa Pancasila

Supianto | Sabtu, 30/06/2018 18:48 WIB



Radikalisme lanjut Zulkifli Hasan muncul dan makin subur karena selama dua puluh tahun era reformasi bangsa ini sempat alpa kepada Pancasila. Zulhasan di hadapan Pimpinan dan anggota Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (DPP IARMI) DKI Jakarta, di Auditorium PT Pelni Pusat, Jakarta, Sabtu (30/6).

Jakarta- Ketua MPR RI Zulkifli Hasan (Zulhasan) mengungkapkan bahwa permasalahan radikalisme memang masih menjadi masalah bangsa yang serius yang harus ditangani dengan hati-hati.

Radikalisme lanjut Zulkifli Hasan muncul dan makin subur karena selama dua puluh tahun era reformasi bangsa ini sempat alpa kepada Pancasila.

Hal itu diungkapkan Zulhasan di hadapan Pimpinan dan anggota Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (DPP IARMI) DKI Jakarta, di Auditorium PT Pelni Pusat, Jakarta, Sabtu (30/6).

Baca juga :
Pelantikan Pengurus PAN se-Jatim, Viva Yoga Dorong Kader Jaga Soliditas

"Terus terang kita lalai. Banyak hal yang baik dan bagus di era orde baru kita hapus semua seperti penataran P4, manggala BP7 bubar, pendidikan pancasila hilang. Praktis selama 20 tahun hal-hal baik itu hilang sehingga bangsa ini tidak lagi `ngeh` untuk melatih wawasan kebangsaan," katanya.

"Karena itu, masuklah berbagai macam pemahaman radikal. Pantas saja banyak anak-anak muda yang lahir setelah reformasi banyak menjadi sasaran paham radikal karena belum diajari soal wawasan kebangsaan," sambungnya.

Baca juga :
SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa untuk Saling Menguatkan

Melihat hal itu, lanjut Zulhasan, bangsa ini perlu gerakan dan upaya ekstra keras dan tepat untuk menumbuhkan kembali semangat memahami dan mengimplementasikan Pancasila.

"Pemahaman radikal perlu dilawan dengan upaya keras pula dari rakyat Indonesia menumbuhkan karakter Pancasila dalam diri dan perbuatan. Upaya keras dan tepat itu harus dan sangat diperlukan serta dilakukan bangsa Indonesia, sebab seluruh bangsa Indonesia wajib menjiwai Pancasila," tegasnya.

Baca juga :
MPR Terapkan WFH-WFA dan Pembatasan Listrik Mulai 1 April

Zulhasan menegaskan sekali lagi kenapa perlawanan rakyat menggunakan Pancasila terhadap radikalisme sangat perlu, sebab negara Indonesia adalah negara kesepakatan, itu yang harus dicamkan. Pancasila adalah kesepakatan kolektif.

Semua perbedaan dan keberagaman disatukan dengan satu visi dan misi yakni kesatuan Indonesia dan menuju cita-cita bersama. Masalah perbedaan Suku, Agama, Ras, Antargolongan sudah bukan masalah lagi. Semua sudah selesai diperdebatkan 70 tahun silam.

"Hal-hal itulah yang harus dipahami lagi dan dilatih kembali oleh rakyat Indonesia dan diperkenalkan secara baik kepada generasi muda yang lahir pasca reformasi," tandasnya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta MPR Zulkifli Hasan

Terpopuler

Minggu, 26/07/2026 03:03 WIB
Humanika

Mengapa Hari Mangrove Sedunia Diperingati Setiap 26 Juli?

Jum'at, 24/07/2026 15:34 WIB
Info Bank BNI

BNI Tegaskan Kedatangan Siswa Bukan atas Arahan Petugas

Sabtu, 25/07/2026 10:21 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Indonesia vs Kamboja

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777