https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Mengenal Sejarah dan Tipe Sunat Perempuan

Sundari | Minggu, 11/11/2018 20:46 WIB



Ada empat tipe sunat perempuan yang dilakukan di berbagai negara. Ilustrasi praktik sunat perempuan di luar negeri.(Foto : Google)

Jakarta - Sama seperti sunat pada pria, sunat perempuan juga dilakukan sejak zaman dahulu kala. Terlihat dari bukti penemuan sebuah mummi perempuan yang sudah dilakukan sirkumsisi.

Mengenai sunat pada perempuan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) membagi menjadi beberapa jenis, yakni:

- Tipe 1
Pada tipe ini sunat dilakukan dengan cara pengangkatan sebagain atau seluruh klitoris perempuan, termasuk pengangkatan preputium (kulit di sekitar klitoris) dan dalam dunia kedokteran disebut klitoridektomi.

Baca juga :
Kemendikdasmen Luncurkan Program SMK 3+1, Ini Bedanya dari SMK Reguler

- Tipe 2
Tipe 2 atau tipe eksisi dilakukan dengan cara pengangkatan sebagian atau seluruh klitoris dan labia minora yang merupakan kulit tipis seperti lidah yang berada di sekeliling vagina dengan atau tanpa eksisi dari labia majora.

- Tipe 3
Tipe ini dilakukan dengan cara menjahit labia menjadi satu dengan tujuan membuat lubang vagina menjadi lebih kecil. Tindakan ini dalam dunia kedokteran disebut sebagai infibulation. Dengan atau tanpa melakukan pemotongan pada klitoris.

Baca juga :
Perkuat Ketahanan Pangan, DPR Dorong Percepatan Program Strategis Kementan

- Tipe 4, atau tipe lainnya, diklasifikasikan sebagai semua tindakan yang dilakukan pada bagian luar alat kelamin perempuan (vulva), untuk tujuan non-medis baik dengan cara menusuk, melubangi, menggores, atau pemotongan daerah genital.

“Di Indonesia, praktek sunat perempuan sudah dilakukan secara turun termurun terutama di kalangan umat muslim,” ujar Anhari Sultoni SH, MH. Namun kemudian tidak lagi terdengar di awal tahun 2000, karena dikaitkan dengan sulitnya mencari tenaga medis professional yang mampu melakukan tindakan ini.

Baca juga :
Mendikdasmen Lepas 3.600 Lulusan SMK dan LPK ke Luar Negeri

Di Afrika, sunat perempuan yang dilakukan merupakan tipe 1 dan 2 kriteria WHO. Sehingga menyebabkan sunat perempuan identik dengan pemotongan klitoris pada perempuan. Secara anatomi pemotongan klitoris ini selanjutnya menyebabkan respon seksual wanita menjadi turun, dan memang tidak seharusnya dilakukan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Sunat Perempuan Syariat Islam Organ Intim

Humanika

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777