https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ini Alasan Penduduk Alaska Tetap "Woles" Saat Gempa

Mutiul Alim | Rabu, 24/01/2018 21:06 WIB



Lalu, apa yang membuat penduduk Alaska tetap tenang meskipun sedang dilanda gempa berkekuatan besar? Ilustrasi Gempa

Jakarta - Bila penduduk Jakarta seketika heboh saat digoyang gempa berkekuatan 6,4 skala ritcher (SR), pemandangan serupa tak akan di Alaska, Amerika Serikat.

Padahal hanya dalam hitungan jam setelah gempa di Jakarta dan sekitarnya, Alaska juga digoncang gempa. Malah, di Alaska kekuatannya lebih besar, yaitu 7,9 SR.

Lalu, apa yang membuat penduduk Alaska tetap tenang meskipun sedang dilanda gempa berkekuatan besar?

Baca juga :
5 Negara dengan Tradisi Sambut Idul Adha Paling Unik di Dunia

Dikutip dari Ifl Science, gempa di Alaska bukan hal yang asing. Penduduk Alaska tak serta merta kaget bila tetiba gempa menyela aktivitas mereka. Frekuensi gempa yang terlampau sering sudah dianggap sebagai hal yang lumrah bagi penduduk setempat.

"Gempa kemarin hanyalah satu dari 1.000 gempa yang akan kami temui bulan ini," kata penduduk Alaska, Kodiak Megan Roderick.

Baca juga :
Lima Tradisi Unik di Dunia dalam Merayakan Kenaikan Yesus Kristus

Alaska berada di lokasi Cincin Api atau Ring of Fire, yakni wilayah seluas 40.000 kilometer yang menjadi rumah bagi 90 persen gempa bumi di dunia, dan 75 persen dari total gunung berapi aktif di seluruh dunia.

Gempa dan gunung berapi ini merupakan hasil dari proses yang disebut subduksi. Subduksi terjadi di sepanjang lempeng tektonik, yaitu pecahan di kerak Bumi. Sementara Teluk Alaska berada di batas dua lempengan terbesar.

Baca juga :
Buruh Tak Faham Manfaat MBG, Pengamat: Problem Tim Komunikasi Presiden

Di bawah sebagian besar Alaska, terdapat lempeng Pasifik yang terdorong ke lempeng Amerika Utara untuk membentuk zona subduksi. Keduanya berjalan mulus satu sama lain, dan terkadang macet. Saat macet, kedua lempeng itu membangun ketegangan dan akhirnya melepaskan kekuatan intens yang menyebabkan gempa bumi.

Alaska merupakan salah satu daerah yang paling aktif secara seismik di dunia, dan memiliki lebih banyak gempa dari pada wilayah lainnya. Biasanya sebuah gempa berkekuatan besar akan mengguncang negara tersebut setiap 13 tahun sekali.

"Saya sudah mengalami gempa bumi sebelumnya. Jadi (kemarin) saya cuma memegang kepala di atas bantal sambil menunggu gempa selesai," ujar Kodiak.

"Intensitas meningkat dalam hitungan detik. Tempat tidurku terasa seperti panti pijat," candanya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Gempa Bencana Alam Alaska Unik

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777