https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Sejarah dan Makna di Balik Peringatan Hari Lompat Sedunia Setiap 20 Juli

Vaza Diva | Senin, 20/07/2026 04:04 WIB



Hari Lompat Sedunia pertama kali dicetuskan dan dirayakan pada 20 Juli 2006. Ilustrasi - Hari Lompat Sedunia setiap 20 Juli, ini sejarah hingga maknanya (Foto: National Today)

Jakarta, Jurnas.com - Tanggal 20 Juli kerap kali diidentikkan dengan catatan sejarah besar umat manusia, mulai dari momen legendaris pendaratan Apollo 11 di Bulan pada tahun 1969, hingga perayaan Hari Catur Internasional yang diakui resmi oleh PBB.

Namun, di samping peringatan formal tersebut, ada satu perayaan global bernada santai, unik, sekaligus memicu diskusi yang diperingati setiap tanggal 20 Juli: Hari Lompat Sedunia (World Jump Day).

Meski terdengar seperti lelucon, hari ini memiliki latar belakang sejarah yang menarik dan membawa pesan lingkungan yang dikemas secara kreatif.

Baca juga :
Alasan Mengapa Hari Bulan Sedunia Diperingati Setiap 20 Juli

Hari Lompat Sedunia pertama kali dicetuskan dan dirayakan pada 20 Juli 2006. Sosok di balik ide nyeleneh ini adalah Torsten Lauschmann, seorang seniman asal Jerman yang menetap di Inggris.

Lauschmann membuat sebuah situs web khusus yang mengajak masyarakat dari berbagai belahan dunia, terutama di belahan bumi bagian barat untuk melakukan lompatan secara bersamaan tepat pada pukul 11:39:13 GMT (Greenwich Mean Time).

Baca juga :
Hari Catur Sedunia Diperingati Setiap 20 Juli, Ini Sejarahnya

Kampanye digital ini ternyata viral di masanya. Tercatat ada lebih dari 600 juta orang (tepatnya sekitar 600.256.820 partisipan) yang mendaftarkan diri di situs tersebut untuk ikut melompat bersama.

Gagasan awal dari aksi melompat massal ini sebenarnya didasarkan pada sebuah klaim teoritis yang provokatif, jika ada ratusan juta manusia melompat secara serentak di waktu yang sama, energi dari pendaratan mereka diklaim mampu mengubah atau menggeser orbit Bumi.

Baca juga :
20 Juli 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini

Bergesernya orbit Bumi ini diharapkan bisa menjauhkan planet kita sedikit saja dari Matahari, sehingga bisa menghentikan atau meminimalisir efek pemanasan global (global warming).

Tentu saja, klaim bahwa lompatan manusia bisa menggeser orbit Bumi langsung memicu perdebatan di kalangan ilmuwan. Namun, secara astronomi dan fisika modern, teori tersebut telah dipatahkan dan dinyatakan tidak terbukti.

Para ilmuwan menjelaskan bahwa gabungan berat seluruh manusia di Bumi ini masih terhitung sangat kecil dan tidak signifikan jika dibandingkan dengan total massa planet Bumi itu sendiri.

Secara hukum fisika (hukum kekekalan momentum), ketika manusia melompat dan kembali turun ke tanah, gaya yang dihasilkan akan saling membatalkan, sehingga tidak akan memberikan efek apa pun pada lintasan orbit Bumi.

Oleh karena itu, hari ini dipastikan bukan sebuah agenda ilmiah yang serius, melainkan sebuah bentuk satire dan proyek seni konseptual yang cerdas.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Hari Lompat Sedunia 20 Juli Peringatan Dunia Bulan Juli

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777