Ilustrasi - bendera Amerika Serikat dan Iran (Foto: Anadolu)
Jakarta, Jurnas.com - Iran pada Senin menyatakan bahwa mereka telah menerima usulan dari para mediator yang bertujuan untuk meredakan ketegangan dan sedang meninjau usulan tersebut, sambil menegaskan kembali komitmen terhadap diplomasi di tengah baku tembak antara Washington dan Teheran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Esmaeli Baqaei, mengatakan dalam konferensi pers bahwa para mediator sedang berupaya mencegah eskalasi lebih lanjut dan telah menyampaikan usulan kepada Teheran.
"Kami telah menerima usulan melalui para mediator, tetapi tidak akan membahas detailnya pada tahap ini," kata Baqaei dalam komentarnya yang disiarkan oleh stasiun televisi pemerintah IRIB.
Dia mengatakan korps diplomatik Iran terus menjalankan tanggung jawabnya bersama dengan angkatan bersenjata negara.
"Sementara angkatan bersenjata kita menanggapi dengan tegas dan cepat terhadap sumber agresi Amerika, diplomasi sepenuhnya menyadari tugasnya dan tidak akan mengabaikan upaya apa pun dalam memenuhinya," katanya.
Baqaei menambahkan bahwa para diplomat Iran "tidak akan meninggalkan tugas mereka," sama seperti angkatan bersenjata negara "tidak akan mengabaikan tugas mereka untuk membela tanah air."
Dia juga mengatakan Iran bertekad, bekerja sama dengan Oman, untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan "untuk sepenuhnya menjalankan kedaulatannya dan mencegah ancaman keamanan apa pun di Selat Hormuz."
Baqaei menolak klaim Presiden AS Donald Trump bahwa Iran telah membebaskan seorang warga negara Amerika yang sebelumnya ditahan atas tuduhan spionase.
Mengulangi pernyataan sebelumnya dari lembaga peradilan Iran, dia mengatakan tidak ada tahanan Amerika yang sesuai dengan deskripsi Trump yang telah dibebaskan dari penjara Iran.
"Individu yang dimaksud bukanlah tahanan dan tidak didakwa dengan spionase," kata Baqaei.
Pekan lalu, Trump mengatakan bahwa Iran telah membebaskan seorang warga negara Amerika yang menurutnya telah "ditahan secara tidak sah" pada Desember 2024.
"Dia sekarang berada di luar Iran dengan aman, dan dalam kondisi baik. Amerika Serikat menghargai isyarat niat baik ini dari Iran," katanya di platform Truth Social miliknya.
Pernyataan Iran tersebut muncul di tengah berlanjutnya pertukaran militer antara Iran dan AS meskipun ada nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan yang ditandatangani bulan lalu untuk mengakhiri konflik mereka dan mencapai kesepakatan perdamaian yang langgeng.
Namun, ketegangan kembali meningkat pekan lalu terkait Selat Hormuz.
Sumber: Anadolu