https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

MPR Ingatkan, Masyarakat Tidak Terpancing Isu Pemecah Persatuan

Rizki Ramadhan | Rabu, 20/09/2017 09:07 WIB



Dikatakan Mahyudin, wajar ketika ada masyarakat yang menolak ada diskusi yang di dalamnya membicarakan mengenai komunisme. Mahyudin

Bali - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Mahyudin mengajak masyarakat untuk tidak terpancing isu atau berita yang bisa memecah- belah persatuan dan kesatuan bangsa, sehingga informasi apa pun yang beredar harus dicek kebenarannya.

"Masyarakat jangan terpancing isu yang ingin memecah-belah bangsa sehingga harus dicek informasi tersebut," kata Mahyudin di Bali, Rabu.

Itu disampaikan terkait bentrokan yang terjadi di sekitar perkantoran Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI)Jakarta pada Minggu (17/9) yang disebabkan informasi adanya diskusi mengenai Partai Komunis Indonesia (PKI).

Baca juga :
Di Monumen Suryo, Ketua MPR Ingatkan Pancasila Menolak Komunisme
Dia mengingatkan, saat ini bangsa Indonesia sedang fokus membangun kekuatan ekonomi sehingga kehidupan yang damai dan tentram harus terwujud. Sehingga, diperlukan persatuan dan kesatuan antarmasyarakat Indonesia serta tidak terpancing isu yang memecah-belah bangsa untuk mencapai kehidupan yang damai dan tentram tersebut.

"Masyarakat Indonesia sekarang fokus membangun ekonomi dan bagaimana menjadi sejahtera sehingga tidak perlu mundur ke belakang," ujar Politisi asal Kalimantan Timur ini.

Baca juga :
Ahmad Basarah: Bangsa Besar Harus Mengenali Ideologi Bangsanya
Dikatakan Mahyudin, wajar ketika ada masyarakat yang menolak ada diskusi yang di dalamnya membicarakan mengenai komunisme dan PKI karena mereka trauma dengan peristiwa pemberontakan tahun 1965.

"Penolakan itu ada dasar hukumnya yaitu Tap MPRS no 25 tahun 1966 namun harus diklarifikasi apakah diskusi tersebut membicarakan PKI dan komunisme atau tidak," katanya.

Baca juga :
Kegiatan Outbound Ajang Asah Semangat Bersaing Secara Spotif
Menurut Mahyudin, sejarah kelam bangsa Indonesia di tahun 1965 jangan sampai terjadi lagi. Dan katanya lagi, jangan ada yang "bermain" di ranah itu karena Tap MPR belum dicabut sehingga siapa pun yang melanggarnya harus ditindak tegas.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta MPR

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777