https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

7 Penyakit Berat yang Jadi Momok bagi Pesepak Bola

Mutiul Alim | Jum'at, 04/07/2025 15:07 WIB



Terdapat sejumlah risiko penyakit serius yang mengancam karier dan kualitas hidup pemain. Ketika tidak ditangani dengan baik, pensiun dini bisa menjadi ancamannya. Pemain sepakbola berlatih (Foto: REUTERS)

Jakarta, Jurnas.com - Sepak bola profesional menuntut fisik dan mental yang luar biasa. Kedua hal ini dibutuhkan untuk tetap menjadi pilihan utama, atau setidaknya tak terlalu sering menghangatkan bangku cadangan.

Sayangnya, terdapat sejumlah risiko penyakit serius yang mengancam karier dan kualitas hidup pemain. Ketika tidak ditangani dengan baik, pensiun dini bisa menjadi ancamannya.

Berikut ini tujuh penyakit berat yang menjadi momok bagi pesepak bola:

1. Serangan Jantung dan Masalah Kardiovaskular

Meskipun pemain rutin melalui skrining medis, serangan jantung masih terjadi yang disebabkan kondisi seperti cardiomyopathy, hipertensi, atau teror dari jadwal padat.

Baca juga :
Serangan Jantung Usia Muda Meningkat, Studi Kaitkan dengan Metamfetamin

Carlisle adalah contoh tragis mengerikannya serangan jantung saat bermain sepak bola. Pelatih Tottenham Hotspurs, Ugo Ehiogu, juga tewas akibat serangan jantung saat bertugas.

2. Cedera Ligamen dan Osteoarthritis

Cedera ACL (anterior cruciate ligament) sangat umum dialami, terutama di kalangan pemain wanita. Mereka berisiko hingga delapan kali lipat dibanding pria untuk cedera jenis ini, sehingga menyebabkan absensi panjang dan risiko osteoarthritis jangka panjang.

Baca juga :
Jam Tidur Tak Teratur Bisa Lipatgandakan Risiko Serangan Jantung dan Stroke

3. Gangguan Kesehatan Mental

Studi menunjukkan banyak pemain mengalami stres ekstrem akibat tekanan performa, cedera, dan stigma ‘macho culture’, hingga kesulitan mengakses dukungan mental.

4. Cedera Kepala dan Penyakit Otak Kronis (CTE)

Stroke ringan berkali-kali dan benturan kepala bisa memicu Chronic Traumatic Encephalopathy (CTE), yakni penyakit neurodegeneratif yang menyebabkan gangguan memori, mood, dan risiko bunuh diri.

Baca juga :
Awas, Rutin Konsumsi Makanan Ultraproses Tingkatkan Risiko Serangan Jantung

5. Sleep Disorders dan Kelelahan Kronis

Gangguan tidur seperti sleep apnea sering ditemukan pada mantan atlet, memicu stress kardiovaskular dan pemulihan yang terganggu.

6. Diabetes dan Hipertensi

Meski sehat semasa berkarier, mereka yang berusia muda menunjukkan angka hipertensi dan diabetes lebih tinggi dibanding populasi umum, akibat pola makan meningkat dan perubahan metabolisme pascapensiun.

7. Osteoarthritis dan Cedera Muskuloskeletal

Cedera berulang pada lutut, pinggul, otot, dan sendi akhirnya menghasilkan nyeri kronis dan osteoarthritis pascapensiun, sehingga mengurangi mobilitas dan kualitas hidup jangka panjang.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Penyakit Berat Fakta Unik Sepak Bola Serangan Jantung

Terpopuler

Minggu, 14/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belanda vs Jepang

Sabtu, 13/06/2026 17:05 WIB
Olahraga

Prediksi Susunan Starting XI Timnas Brasil vs Maroko

Minggu, 14/06/2026 12:10 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Jerman vs Timnas Curacao

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777