https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Asal-muasal Arsene Wenger Dijuluki The Professor

Mutiul Alim | Jum'at, 06/06/2025 21:16 WIB



Bagi pecinta Arsenal, sosok Arsene Wenger bak legenda bagi klub. Kehadirannya sejak The Gunners bermarkas di Highbury hingga Emirates Stadium, mempersembahkan berbagai prestasi Arsene Wenger (Foto: Doknet)

 

Jakarta, Jurnas.com - Bagi pecinta Arsenal, sosok Arsene Wenger bak legenda bagi klub. Kehadirannya sejak The Gunners bermarkas di Highbury hingga Emirates Stadium, mempersembahkan berbagai prestasi yang belum mampu tersaingi hingga kini.

Tak heran, Wenger mendapatkan julukan “The Professor”. Ini bukan sekadar gimmick media atau ejekan khas suporter Inggris. Sebutan ini mencerminkan kepribadiannya yang intelektual, pendekatannya yang ilmiah terhadap sepak bola, dan kemampuannya dalam membawa perubahan besar pada budaya sepak bola Inggris.

Baca juga :
Arteta Sebut Suporter Arsenal Pemain Ajaib Jelang Laga Penentuan

Latar belakang Wenger memang mendukung julukan itu. Dia meraih gelar master di bidang ekonomi dari Universitas Strasbourg di Prancis. Kemampuannya berbicara dalam enam bahasa, termasuk Inggris, Jerman, Spanyol, dan Jepang, juga mencerminkan kapasitas intelektual yang jauh melampaui rata-rata pelatih sepak bola pada umumnya.

Saat datang ke Arsenal pada 1996, Wenger adalah sosok asing dalam banyak hal. Dia pelatih Prancis pertama di Liga Inggris dan membawa pendekatan yang belum lazim saat itu.

Baca juga :
Haaland Sebut Manchester City Belum Menyerah Kejar Gelar Juara

Wenger langsung mengubah budaya internal klub, mulai dari pola makan sehat, larangan konsumsi alkohol, hingga sistem latihan yang berbasis data dan sains olahraga. Langkah-langkah ini sempat ditertawakan, tapi hasilnya sukses membungkam kritik.

Keberhasilan awal Wenger puncaknya terjadi di musim 1997-1998 ketika Arsenal meraih double winner yaitu Liga Premier dan FA Cup. Tapi tonggak utamanya datang pada musim 2003-2004 saat dia memimpin “The Invincibles” sebagai tim yang menjuarai liga tanpa sekalipun kalah, sebuah rekor yang belum tersentuh hingga kini.

Baca juga :
Pelatih Atletico Akui Arsenal Lebih Layak ke Final Liga Champions

Dari situlah Wenger bukan hanya dipandang sebagai pelatih sukses, tapi juga sebagai pemikir yang mengubah cara bermain sepak bola Inggris.

Namun, julukan “The Professor” bukan hanya soal trofi. Wenger adalah pelatih yang percaya bahwa sepak bola adalah seni dan ilmu. Ia menolak sepak bola yang hanya pragmatis, dan selalu mengejar gaya bermain indah.

Menurut dia, kemenangan seharusnya datang melalui kerja sama yang harmonis dan teknik yang sempurna, bukan semata-mata fisik atau keberuntungan. Ini menjadi filosofi dasar Arsenal selama dua dekade di bawah asuhannya.

Salah satu ciri khas Wenger ialah keberaniannya mengembangkan pemain muda. Wenger mempercayai talenta yang belum matang dan memberikan mereka jam terbang yang cukup, mulai dari Thierry Henry, Patrick Vieira, Cesc Fàbregas, dan Robin van Persie.

Setelah meninggalkan Arsenal pada 2018, Wenger tetap aktif di dunia sepak bola sebagai Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA. Dia juga terlibat dalam reformasi kalender internasional dan pengembangan akademi di negara-negara berkembang, seperti India dan negara-negara Afrika, untuk mencari talenta global dan mengangkat mutu sepak bola dunia.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Arsene Wenger Arsenal Julukan The Professor

Terkini | Rabu, 17/06/2026 17:21 WIB

Ekonomi

Harga Batu Bara Periode II Juni Naik Jadi 123,91 Dolar AS per Ton

News

Rieke Kritik Anggara Komnas HAM: Dana Urus Kasus HAM Hanya 6 Persen

News

Komisi XIII: Jangan Sampai Kementerian HAM Lebih Sibuk Membangun Birokrasi

News

Komisi X Dorong Penguatan Anggaran BPS, Dukung Program Statistik Nasional

News

Komisi IV: Tata Kelola Hutan Perlu Dilakukan Secara Bertanggung Jawab

News

KPK Akui Sudah Koordinasi dengan BPKP Terkait Penyelidikan Korupsi MBG

Info Desa

PPDI Dukung Program MBG dan Kopdes Merah Putih Berlanjut, Mendes Apresiasi

Olahraga

Presiden FIFA: Piala Dunia 2026 Berhasil Lampaui Ekspetasi

News

Legislator PDIP: Tambahan Anggaran Kementerian HAM Belum Layak Disetujui

News

Pemerintah Yaman Minta PBB Lebih Tegas terhadap Iran Soal Pendaaan Houthi

Info Desa

PP 16 2026 Terbit, Mendes Yandri Pastikan Siltap Perangkat Desa Tepat Waktu

News

Dekan FISIP Unas Pastikan Tak Ada Struktur BEM di Lingkungan Kampus

News

KPK Ungkap Pinjam Bendara PT Abipraya-Jaya Abadi di Proyek Pemkab Lamongan

Olahraga

Lionel Messi Sebut Semua Pencapaiannya di Sepak Bola Adalah Bonus

News

Eropa Dilaporkan Siap Berdialog dengan Rusia Soal Ukraina

News

PPATK Minta Tanbahan Anggaran Rp516,4 Miliar untuk Tahun 2027

Info Desa

Rakernas PPDI, Mendes Ajak Perangkat Desa Kawal Asta Cita Presiden Prabowo

News

Optimalkan Pemberantasan TPPU, PPATK Usul Tambahan Anggaran Rp516,4 M

Terpopuler

Minggu, 14/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belanda vs Jepang

Senin, 15/06/2026 01:01 WIB
Olahraga

Pelatih Turki Kecewa Timnya Kalah Lawan Australia

Minggu, 14/06/2026 12:10 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Jerman vs Timnas Curacao

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777