https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Mengenal Batasan Umur Anak Yatim dalam Islam dan Kemuliaannya

Agus Mughni | Senin, 06/01/2025 13:05 WIB



Anak yatim memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Namun, hingga usia berapa seseorang masih disebut sebagai anak yatim? Inilah pembahasan mengenai batasan umur anak yatim dalam Islam. Ilustrasi - Mengenal Batasan Umur Anak Yatim dalam Islam dan Kemuliaannya (Foto: Pexels/Kindel Media)

Jakarta, Jurnas.com - Anak yatim memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Rasulullah ﷺ bahkan memberikan perhatian khusus terhadap mereka dan menjanjikan balasan surga bagi orang-orang yang merawat serta menjaga anak yatim dengan baik. Namun, hingga usia berapa seseorang masih disebut sebagai anak yatim? Inilah pembahasan mengenai batasan umur anak yatim dalam Islam.

Definisi Anak Yatim dalam Islam

Secara bahasa, yatim berarti sendiri atau kehilangan. Dalam konteks Islam, anak yatim adalah anak yang telah kehilangan ayahnya sebelum mencapai usia baligh. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam berbagai hadis dan pendapat ulama.

Rasulullah ﷺ sendiri adalah seorang anak yatim karena ayahnya, Abdullah, meninggal dunia sebelum beliau lahir. Sejak kecil, Nabi Muhammad ﷺ dibesarkan oleh ibunya, lalu diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib, sebelum akhirnya berada dalam pengasuhan pamannya, Abu Thalib.

Baca juga :
Berkah Ramadan, NUI Bagikan Santunan Anak Yatim Serentak

Batasan Umur Anak Yatim

Berdasarkan ajaran Islam, seseorang dikategorikan sebagai anak yatim sampai mencapai usia baligh. Hal ini berlandaskan hadis Nabi Muhammad ﷺ yang menyebutkan bahwa keyatiman seseorang berakhir saat ia telah dewasa secara syariat. Para ulama sepakat bahwa batas usia baligh ditandai dengan beberapa hal berikut:

  • Laki-laki: Jika sudah mengalami mimpi basah atau mencapai usia 15 tahun.

  • Perempuan: Jika sudah mengalami menstruasi pertama atau mencapai usia 9-12 tahun.

Pendapat lain menyebutkan bahwa status anak yatim bisa diperpanjang hingga usia 25 tahun dalam kondisi tertentu, terutama jika anak tersebut masih belum mandiri secara ekonomi atau sosial. Meski begitu, secara syariat, status yatim berakhir ketika seseorang telah baligh.

Baca juga :
Gelar Santunan Anak Yatim Piatu, KWP: Wartawan Harus Bisa Beri Manfaat

Keutamaan Merawat Anak Yatim

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk memperhatikan kesejahteraan anak yatim. Berikut beberapa keutamaan bagi mereka yang merawat anak yatim:

  1. Mendapat Kedekatan dengan Rasulullah di Surga
    Rasulullah ﷺ bersabda:
    "Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini." (HR. Bukhari)
    Beliau mengisyaratkan kedekatan tersebut dengan merapatkan jari telunjuk dan jari tengahnya.

  2. Diliputi Berkah dan Kemudahan dalam Hidup
    Memberi perhatian kepada anak yatim membuka pintu keberkahan dalam kehidupan seseorang, baik dalam rezeki maupun kebahagiaan batin.

  3. Mendapat Pahala yang Besar
    Rasulullah ﷺ juga bersabda bahwa orang yang menyantuni anak yatim akan mendapatkan pahala yang berlimpah di sisi Allah SWT.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Anak yatim Batasan Umur Anak Yatim Kemuliaan Anak Yatim

Terpopuler

Senin, 22/06/2026 03:03 WIB
Gaya Hidup

30 Contoh Ucapan HUT Jakarta, Cocok untuk Postingan Medsos

Selasa, 23/06/2026 12:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Uzbekistan

Senin, 22/06/2026 12:42 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Argentina vs Austria

Selasa, 23/06/2026 14:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Ghana

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777