Pelatih Napoli, Massimiliano Allegri (Foto: Football-Italia)
Madrid, Jurnas.com - Pelatih kepala SSC Napoli, Massimiliano Allegri, mengakui adanya kesalahpahaman mengenai taktik baru dengan gelandang bintang Kevin De Bruyne, saat timnya takluk 1-3 di markas Villarreal dalam lanjutan Liga Champions, pada Rabu (14/10) dini hari.
Kekalahan tersebut menyoroti rapuhnya lini tengah dan pertahanan Partenopei, ketika Allegri secara terbuka menegaskan bahwa timnya akan selalu kesulitan jika barisan gelandang tidak melakukan pressing atau turun membantu pertahanan.
Napoli sebenarnya sempat unggul terlebih dahulu lewat gol Amir Rrahmani. Namun, keunggulan tersebut runtuh akibat kesalahan sendiri ketika umpan balik ceroboh dari Matteo Politano berhasil dimanfaatkan oleh Georges Mikautadze untuk menyamakan kedudukan.
Tak berselang lama, tembakan jarak jauh spektakuler dari Santiago Mourino membalikkan keunggulan untuk Villarreal, sebelum Tani Oluwaseyi memastikan kemenangan 3-1 bagi tuan rumah.
Berbicara kepada Sky Sport Italia, Allegri menyoroti kegagalan timnya menjaga fokus setelah skor berubah menjadi 1-1. Dia mengkritik rangkaian umpan pendek di lini tengah yang dinilai tidak masuk akal sehingga memberi ruang bagi Villarreal untuk menekan dan membuat Rafa Marin terisolasi.
Penerapan skema tiga bek yang sebelumnya sukses saat menang 3-0 atas Frosinone, justru dinilai membuat Napoli terbuka terhadap serangan balik serta mengekspos minimnya kecepatan di lini pertahanan mereka.
"Sepak bola Liga Champions memang seperti ini. Begitu kedudukan 1-1, Anda tidak boleh langsung kebobolan gol kedua," ujar Allegri dikutip dari Football-Italia.
Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Napoli yang kini belum meraih poin sama sekali dari dua laga awal Liga Champions, setelah sebelumnya kalah 0-1 di kandang saat menjamu Arsenal.
Di tengah situasi sulit tersebut, sorotan tajam mengarah pada dinamika antara Allegri dan De Bruyne di ruang ganti saat jeda babak pertama.
"Pada satu titik saya memintanya untuk mundur dan mendorong McTominay lebih ke depan, karena dia memiliki teknik yang lebih baik dan McTominay lebih berguna dalam serangan, tetapi kami tidak saling memahami," ujar Allegri.
Allegri bersikeras bahwa De Bruyne semestinya berperan sebagai pengatur serangan dari kedalaman, sementara pemain asal Belgia itu secara terbuka menyatakan bukan penggemar opsi peran tersebut.
Allegri menegaskan kembali pandangannya sejalan dengan kritik Fabio Capello mengenai hilangnya seni bertahan sepak bola Italia, menekankan bahwa soliditas pertahanan bukan berarti menumpuk pemain di kotak penalti, melainkan menjaga keseimbangan agar tim tidak terus-menerus kehabisan tenaga karena harus mengejar bola.
Rabu, 14/10/2026 16:13 WIB
Rabu, 14/10/2026 15:50 WIB
Rabu, 14/10/2026 15:47 WIB
Jum'at, 09/10/2026 13:05 WIB
Rabu, 14/10/2026 17:05 WIB