Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: Anadolu)
Jakarta, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana eksplorasi besar-besaran minyak, gas, dan mineral di Greenland, pulau Arktik yang memiliki posisi strategis bagi pertahanan dan kepentingan energi.
Pernyataan tersebut muncul ketika harga energi global masih tinggi, lebih dari tujuh bulan setelah perang Iran berlangsung.
Trump menyampaikan pengumuman itu melalui platform media sosial Truth Social pada Rabu. Ia mengklaim Greenland menyimpan potensi sumber daya alam yang besar, termasuk cadangan minyak yang disebut sejumlah pakar sebagai salah satu yang paling mudah diakses di dunia.
“Eksplorasi besar-besaran minyak, gas, dan mineral bersiap untuk dimulai di Greenland kita yang baru dan indah!” tulis Trump.
Namun, Trump tidak menyertakan rincian mengenai nilai cadangan yang dimaksud, lokasi eksplorasi, perusahaan yang terlibat, maupun jadwal pelaksanaan kegiatan tersebut. Klaim mengenai besarnya cadangan minyak dan kemudahan aksesnya juga belum disertai data teknis dalam pernyataan tersebut.
Rencana itu menyoroti kepentingan Washington terhadap Greenland, yang tidak hanya berkaitan dengan sumber daya alam, tetapi juga posisi geografisnya di kawasan Arktik yang semakin penting bagi keamanan dan persaingan geopolitik.
Trump menempatkan potensi energi Greenland sebagai salah satu alasan penting untuk meningkatkan perhatian Amerika Serikat terhadap pulau tersebut. Tingginya harga energi global di tengah konflik Iran turut menjadi latar belakang pengumuman rencana eksplorasi itu.
Meski demikian, potensi sumber daya alam tidak otomatis berarti minyak dan gas dapat segera diproduksi dalam skala besar. Kegiatan eksplorasi memerlukan kajian geologi, investasi, infrastruktur, serta persetujuan perizinan yang berlaku.
Greenland juga menghadapi tantangan lingkungan dan iklim yang menjadi pertimbangan dalam pengembangan industri energi. Kondisi tersebut membuat realisasi eksplorasi dan kemungkinan produksi komersial bergantung pada banyak faktor, bukan hanya perkiraan besarnya cadangan.
Pemerintah Greenland sendiri menghentikan penerbitan izin baru eksplorasi minyak dan gas pada 2021 karena kekhawatiran terhadap lingkungan dan perubahan iklim. Meski demikian, izin yang telah diberikan sebelumnya masih berlaku.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu hambatan penting yang perlu diperhitungkan apabila rencana eksplorasi baru benar-benar akan dijalankan.
Selain sumber daya energi, Trump menekankan posisi strategis Greenland bagi pertahanan Amerika Serikat dan Eropa. Menurutnya, letak pulau tersebut memungkinkan militer mendeteksi dan menghadapi ancaman yang datang melalui kawasan Arktik.
“Setiap serangan di masa depan terhadap Amerika Serikat harus melewati Greenland, tempat pertahanan kami secara rutin akan menjatuhkan drone, rudal, atau bentuk senjata lain yang bahkan belum terpikirkan,” kata Trump.
Ia juga menilai Greenland memberikan keuntungan dalam hal waktu, lokasi, dan jangkauan pengamatan untuk mendeteksi potensi ancaman.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa kepentingan Washington terhadap Greenland tidak terbatas pada minyak, gas, dan mineral. Posisi geografis pulau itu juga dinilai penting bagi pemantauan wilayah Arktik serta pengembangan sistem pertahanan rudal.
Pada September, Washington, Denmark, dan Greenland mencapai kesepakatan untuk memperluas kehadiran militer Amerika Serikat di pulau tersebut. Rencana itu mencakup penambahan pangkalan dan kemampuan pertahanan rudal.
Kesepakatan tersebut memperkuat dimensi keamanan dalam hubungan ketiga pihak, meskipun tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa rencana eksplorasi energi yang diumumkan Trump telah memperoleh persetujuan.
Meski Trump menyebut Greenland sebagai “milik kita yang baru”, pulau terbesar di dunia itu tetap merupakan wilayah berpemerintahan sendiri dalam Kerajaan Denmark. Kesepakatan tersebut mengakui kedaulatan Denmark serta hak masyarakat Greenland untuk menentukan nasib sendiri.
Greenland menghentikan penerbitan izin baru eksplorasi minyak dan gas pada 2021 karena pertimbangan lingkungan dan iklim. Meski demikian, izin yang telah diterbitkan sebelumnya tetap berlaku.
Sumber: Anadolu
Rabu, 14/10/2026 16:13 WIB
Rabu, 14/10/2026 15:50 WIB
Rabu, 14/10/2026 15:47 WIB
Jum'at, 09/10/2026 13:05 WIB