https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

HUT Ke-22 DPD RI, Fahira Idris Tegaskan Pentingnya Perkuat Suara Daerah

Eko Budhiarto | Rabu, 30/09/2026 07:35 WIB



HUT Ke-22 DPD RI, Fahira Idris Tegaskan Pentingnya Perkuat Suara Daerah Anggota MPR dari kelompok DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris. (Foto: Humas MPR)

Jakarta, Jurnas.com - Jelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-22 Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) yang diperingati pada 1 Oktober 2026, Anggota MPR kelompok DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris menegaskan pentingnya terus memperkuat peran DPD RI sebagai penyambung aspirasi masyarakat daerah, jembatan kepentingan pusat dan daerah, serta pengawal pemerataan pembangunan nasional.

Menurut Fahira Idris, dua puluh dua tahun perjalanan DPD RI membawa satu gagasan fundamental: Indonesia akan semakin kuat ketika daerah-daerahnya juga kuat. Indonesia tumbuh dari keberagaman wilayah dengan karakter, potensi, kebutuhan, serta tantangan yang berbeda sehingga suara daerah harus memperoleh tempat yang kuat dalam setiap kebijakan nasional.

“Jelang HUT ke-22 DPD RI, semangat kita tetap sama: menyuarakan aspirasi daerah, menjembatani kepentingan, dan menguatkan Indonesia. Daerah bukan hanya bagian dari Indonesia. Daerah adalah kekuatan Indonesia,” ujar Fahira Idris di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/9).

Baca juga :
HNW Minta Aksi Walkout di PBB Ditindaklanjuti Sanksi Konkret untuk Israel

Senator Jakarta ini mengungkapkan, kedudukan DPD RI sebagai representasi teritorial mempunyai arti strategis dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. DPD RI dibutuhkan untuk memastikan kepentingan daerah yang sangat beragam terakomodasi dalam legislasi, pengawasan, kebijakan anggaran, hubungan pusat-daerah, pengelolaan sumber daya alam, serta berbagai kebijakan pembangunan nasional.

“Representasi daerah harus terasa sampai ke masyarakat. Tugas DPD RI adalah mendengar, menyerap, membawa aspirasi itu ke tingkat nasional, kemudian mengawalnya agar menjadi kebijakan yang menjawab kebutuhan nyata daerah,” katanya.

Baca juga :
Lestari Moerdijat: Pendidikan Nonformal Bukan Jalur Pendidikan Kelas Dua

Menurut Fahira Idris, salah satu kekuatan DPD RI adalah kedekatan lembaga perwakilan ini dengan masyarakat dan pemerintah daerah. Para senator secara rutin turun ke daerah, menyerap aspirasi, melakukan pengawasan, serta membawa persoalan yang ditemukan di lapangan ke pembahasan nasional.

DPD RI juga terus menjalankan peran sebagai jembatan dua arah, yaitu menyampaikan kepentingan daerah kepada pemerintah pusat sekaligus memastikan berbagai kebijakan nasional dapat dipahami, diawasi, dan dievaluasi dampaknya di daerah. Gagasan tersebut selama ini menjadi salah satu garis penguatan DPD RI sebagai pengawal kemajuan daerah.

Baca juga :
Krisis Iklim, Eddy Soeparno Dorong RUU Pengendalian Perubahan Iklim

“Kebijakan nasional akan semakin kuat apabila berpijak pada realitas daerah. Karena itu, hubungan pusat dan daerah harus terus dibangun melalui dialog, kolaborasi, dan mekanisme representasi yang efektif,” ujar Fahira Idris.

Fahira Idris berharap usia ke-22 menjadi momentum DPD RI untuk semakin memperkuat kualitas fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran yang berkaitan langsung dengan kepentingan daerah. DPD RI juga perlu terus meningkatkan kualitas penyerapan aspirasi, partisipasi publik, serta sinergi dengan DPR RI, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan DPRD.

Menurutnya, penguatan DPD RI bukan semata persoalan memperbesar kewenangan lembaga, tetapi bagaimana representasi teritorial dapat memberikan manfaat yang semakin nyata bagi masyarakat. Penguatan tersebut penting terutama dalam isu otonomi daerah, hubungan pusat-daerah, pengelolaan sumber daya, transfer ke daerah, pendidikan, kesehatan, serta pemerataan pembangunan.

“Semakin efektif DPD RI menjalankan fungsi representasi daerah, semakin besar peluang aspirasi masyarakat masuk dalam proses pengambilan keputusan nasional. Inilah makna ‘Dari Daerah untuk Indonesia’,” katanya.

“Kepercayaan publik adalah amanah. Ukurannya bukan hanya seberapa banyak aspirasi kita terima, tetapi seberapa kuat aspirasi itu diperjuangkan dan seberapa nyata dampaknya bagi masyarakat,” ujar Fahira Idris.

Memasuki usia ke-22, Fahira Idris berharap DPD RI terus memperkuat perannya sebagai penghubung yang memastikan arah pembangunan nasional semakin bertemu dengan kebutuhan nyata masyarakat di daerah. Menurutnya, semangat “Dari Daerah untuk Indonesia” harus diwujudkan melalui kerja representasi yang semakin aspiratif, responsif, kolaboratif, dan memberi manfaat konkret.

“DPD RI harus terus memastikan aspirasi daerah didengar, kepentingannya diperjuangkan, dan manfaat pembangunan dirasakan secara adil dari pusat hingga pelosok negeri. Selamat HUT ke-22 DPD RI. Terus menyuarakan daerah, menguatkan persatuan, dan mengabdi dari daerah untuk Indonesia,” pungkas Fahira Idris.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR Fahira Idris DPD RI

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777