Arsip foto - Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengendarai mobil Aurus di Pyongyang, Korea Utara yang dirilis oleh KCNA pada 20 Juni 2024 via REUTERS.
Jakarta, Jurnas.com - Rusia dan Korea Utara meresmikan jembatan darat pertama mereka, Senin, untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan kerja sama ekonomi antara kedua negara.
Menurut kantor berita Tass Rusia, pembangunan jembatan itu merupakan satu dari sejumlah kesepakatan yang dicapai saat Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bertemu di Pyongyang, Korut, pada Juni 2024.
Saat itu, Putin dan Kim menandatangani perjanjian kemitraan strategis komprehensif.
Upacara peresmian jembatan yang melintasi Sungai Tumen itu berlangsung pada Senin, dengan diikuti oleh Perdana Menteri (PM) Rusia Mikhail Mishustin dan PM Korut Pak Thae Song melalui sambungan video.
Jembatan tersebut diberi nama sesuai dengan nama perwira Soviet, Yakov Novichenko, yang menyelamatkan pemimpin pendiri Korut, Kim Il Sung, dari upaya pembunuhan.
Jembatan tersebut telah menjadi jalur kereta api penghubung Rusia dan Korut. Namun, kapasitasnya jalur kereta api itu kini dinilai tak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan transportasi, menurut kantor berita Rusia tersebut seperti dikutip Kyodo.
Jembatan jalan raya baru itu akan memfasilitasi lalu lintas sepanjang tahun.
Panjang keseluruhan jembatan itu mencapai hampir 5 kilometer, dengan panjang jembatan itu sendiri sekitar 1 Km.
Jembatan baru itu diharapkan dapat memungkinkan para pelaku usaha dari kedua negara untuk meningkatkan volume pengangkutan secara signifikan dan menekan biaya transportasi, sekaligus memastikan pasokan berbagai produk andal dan stabil.
Sumber: Kyodo