https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Hari Perempuan dan Anak Perempuan Adat Setiap 5 September, Ini Sejarahnya

Vaza Diva | Sabtu, 05/09/2026 03:03 WIB



Setiap tanggal 5 September, masyarakat global memperingati Hari Internasional Perempuan dan Anak Perempuan Adat Ilustrasi - Hari Perempuan dan Anak Perempuan Adat Sedunia setiap 5 September (Foto: Ant)

Jakarta, Jurnas.com - Setiap tanggal 5 September, masyarakat global memperingati Hari Internasional Perempuan dan Anak Perempuan Adat (International Day of Indigenous Women).

Peringatan ini menjadi momentum penting untuk mengapresiasi peran vital kaum perempuan adat dalam menjaga kebudayaan, lingkungan, dan pengetahuan lokal, sekaligus menyuarakan tantangan serta ketidakadilan yang masih mereka hadapi.

Sejarah peringatan ini bermula dari Pertemuan Perempuan Adat Internasional II yang digelar di Tiwanaku, Bolivia, pada tahun 1983.

Baca juga :
Hari Kesehatan Seksual Sedunia Setiap 4 September, Ini Sejarahnya

Penetapan tanggal 5 September bertujuan untuk mengenang perjuangan Bartolina Sisa, seorang pahlawan perempuan Aymara dari Bolivia yang memimpin perlawanan terhadap kolonialisme Spanyol pada abad ke-18.

Bartolina Sisa tewas dieksekusi pada 5 September 1782 setelah gigih memperjuangkan kebebasan dan hak-hak masyarakat adatnya.

Baca juga :
Mengapa 4 September Diperingati Sebagai Hari Solidaritas Hijab Sedunia?

Dalam perkembangannya, peringatan ini tidak hanya berfokus pada sejarah, tetapi juga mengangkat isu-isu krusial masa kini.

Perempuan dan anak perempuan adat kerap berada di garda terdepan dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan mentransfer pengetahuan leluhur kepada generasi penerus.

Baca juga :
Mengenal Hari Pelanggan Nasional 4 September: Sejarah, Tujuan, dan Maknanya

Meski demikian, mereka masih sering mengalami diskriminasi ganda, krisis wilayah adat, keterbatasan akses pendidikan, serta minimnya pelibatan dalam pengambilan keputusan politik.

Melalui momentum ini, berbagai organisasi internasional dan komunitas lokal mengimbau pemerintah di seluruh dunia untuk memperkuat perlindungan hukum bagi wilayah adat, menjamin akses layanan dasar, serta menghormati hak-hak sipil perempuan dan anak perempuan adat demi terwujudnya kesetaraan dan keadilan sosial.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Hari Perempuan dan Anak Perempuan Adat 5 September Peringatan Dunia Bulan September

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777