Mont Blanc menjadi incaran penikmat kopi saat ini (Foto: Instagram/Theglasshousesg)
Jakarta, Jurnas.com - Dunia kopi tidak pernah kehabisan inovasi untuk memanjakan lidah para pencintanya. Jika beberapa tahun lalu publik sempat digandrungi es kopi susu gula aren, kini tren ngopi bergeser ke arah sajian kopi dingin gaya baru.
Tren ini mengutamakan tekstur berlapis, kontras rasa yang kuat, serta tampilan visual yang sangat aesthetic. Dua nama yang paling mencuri perhatian di berbagai coffee shop saat ini ialah Dirty Latte dan Mont Blanc.
Meski sama-sama disajikan dalam kondisi dingin dan mengandalkan lapisan visual yang menawan, kedua minuman ini sebenarnya menawarkan filosofi, teknik penyeduhan, dan pengalaman rasa yang sangat bertolak belakang.
Lantas, seperti apa perbedaan karakter keduanya dan mana yang lebih pas untuk selera ngopimu?
Dirty Latte. Berasal dari tren kedai kopi spesialis di Jepang dan Korea Selatan, Dirty Latte menjadi manifestasi dari kesederhanaan yang presisi. Minuman ini hanya terdiri dari dua bahan utama, yakni susu cair yang dibuat sangat dingin dan shot espresso panas pekat yang dituangkan secara perlahan di bagian atasnya.
Keunikan Dirty Latte terletak pada tidak adanya es batu. Untuk menjaga suhunya tetap dingin, barista akan mendinginkan gelas dan menggunakan susu murni berlemak tinggi (freeze-distilled milk) yang disimpan di suhu sangat rendah.
Saat espresso panas ekstraksi segar dituangkan ke atas susu tebal tersebut, cairan kopi berwarna gelap akan mengalir perlahan dan menciptakan efek corak kotor atau bernoda yang sangat estetik.
Cara meminumnya pun memiliki aturan khusus. Tidak boleh diaduk dan tidak menggunakan sedotan. Saat dipotong langsung dari bibir gelas, tegukan pertama akan memberikan rasa espresso panas yang kuat, tebal, dan sedikit pahit.
Begitu cairan kopi menyusul masuk ke tenggorokan bersama susu dingin di bawahnya, terjadi ledakan kontras suhu dan tekstur yang sangat creamy dan gurih. Sensasi rasa minuman ini akan berubah secara bertahap seiring berjalannya setiap tegukan.
Mont Blanc. Jika Dirty Latte menonjolkan karakter espresso yang pekat, Mont Blanc hadir sebagai kreasi kopi dingin berkelas yang terinspirasi dari hidangan pencuci mulut.
Minuman ini awalnya dipopulerkan oleh kedai kopi Good Measure di Melbourne, Australia, dan dengan cepat menjadi fenomena global berkat daya tarik visualnya yang mirip pegunungan bersalju.
Dasar dari Mont Blanc biasanya menggunakan cold brew atau filter coffee yang sudah diberi sedikit pemanis alami. Di atas seduhan kopi dingin yang ringan dan jernih tersebut, barista melapisinya dengan krim kental (whipped cream foam) yang lembut dan gurih. Sebagai sentuhan akhir, permukaan krim ditaburi parutan biji pala dan parutan kulit jeruk.
Sama halnya dengan Dirty Latte, Mont Blanc juga dinikmati langsung dari gelas tanpa diaduk. Tegukan pertama akan membawa lidah melewati lapisan krim tebal bersentuhan aroma sitrus dan rempah yang wangi, sebelum akhirnya menyatu dengan kesegaran kopi cold brew di bawahnya.
Perpaduan rasa manis, gurih, segar, dan aroma rempah menjadikan Mont Blanc terasa seperti menikmati kue mewah dalam wujud minuman kopi.
Jadi, mana kopi yang paling cocok dengan lidah kamu?
Jum'at, 04/09/2026 22:54 WIB