Ilustrasi - kalender 2026 (Foto: pikiran rakyat)
Jakarta, Jurnas.com - Tanggal 5 September 2026 yang jatuh pada hari Sabtu menjadi momentum penting yang diperingati secara global.
Dilansir dari beberapa sumber, tanggal ini ditandai oleh sejumlah peringatan yang berfokus pada aksi kemanusiaan, penghormatan terhadap kesetaraan gender, hingga tradisi kebudayaan yang unik.
Peringatan utama pada hari ini adalah Hari Amal Internasional yang ditetapkan secara resmi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Pemilihan tanggal tersebut bertujuan untuk mengenang wafatnya Bunda Teresa dari Kalkuta pada 5 September 1997, seorang figur kemanusiaan terkemuka penerima Nobel Perdamaian.
Momentum ini dirancang guna memicu kesadaran masyarakat dunia akan pentingnya aksi filantropi, solidaritas sosial, serta pengentasan kemiskinan di berbagai pelosok wilayah.
Di samping aksi kemanusiaan, masyarakat dunia juga memperingati Hari Internasional Perempuan dan Anak Perempuan Adat.
Ditetapkan sejak Pertemuan Perempuan Adat Internasional II pada tahun 1983, peringatan ini ditujukan untuk menghormati perjuangan Bartolina Sisa, pahlawan perempuan indigenous dari Bolivia.
Peringatan ini menjadi landasan penting untuk menyuarakan perlindungan hak-hak perempuan adat serta mengapresiasi peran vital mereka dalam menjaga kelestarian lingkungan dan tradisi budaya lokal.
Dari sudut pandang gaya hidup dan kebudayaan unik, Sabtu pertama di bulan September ini sekaligus bertepatan dengan perayaan Hari Jenggot Sedunia.
Komunitas di berbagai negara memanfaatkan kesempatan ini untuk merayakan ekspresi diri dan perawatan diri melalui seni menata rambut wajah.
Kendati diwarnai oleh berbagai agenda internasional, Pemerintah Indonesia tidak menetapkan 5 September 2026 sebagai libur nasional atau tanggal merah, sehingga seluruh kegiatan publik dan operasional masyarakat tetap berlangsung normal.
Jum'at, 04/09/2026 22:54 WIB