Ilustrasi - Hari Amal Internasional setiap 5 September (Foto: Canva/RRI)
Jakarta, Jurnas.com - Setiap tanggal 5 September, masyarakat di berbagai belahan dunia memperingati Hari Amal Internasional (International Day of Charity).
Peringatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran global akan pentingnya aksi filantropi, kedermawanan, serta kepedulian sosial dalam mengatasi kemiskinan dan krisis kemanusiaan.
Sejarah Hari Amal Internasional berakar dari penghormatan terhadap wafatnya Bunda Teresa dari Kalkuta pada 5 September 1997.
Sosok penerima Nobel Perdamaian tahun 1979 ini dikenal luas atas dedikasi seumur hidupnya dalam melayani kaum miskin, sakit, dan terlantar melalui ordo Missionaries of Charity yang didirikannya di India.
Gagasan untuk mengabadikan tanggal tersebut diawali oleh Pemerintah Hongaria pada tahun 2011 sebagai inisiatif nasional guna mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan sukarela.
Inisiatif ini mendapat dukungan luas hingga akhirnya Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi mengadopsi resolusi A/RES/67/105 pada Desember 2012, menetapkan 5 September sebagai peringatan internasional yang dirayakan pertama kali pada tahun 2013.
Melalui peringatan ini, PBB mengajak seluruh negara anggota, organisasi internasional, dan masyarakat sipil untuk memperkuat solidaritas global.
Aksi amal dinilai memainkan peran kunci dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem dan membangun komunitas yang inklusif.
Jum'at, 04/09/2026 22:54 WIB