https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Produksi Minyak WK Rokan Harus Dukung Target Kemandirian Energi 2029

Gery David Sitompul | Jum'at, 19/06/2026 11:47 WIB



Komisi VI DPR RI ingin memastikan berbagai strategi yang dijalankan PT Pertamina Hulu Rokan berjalan efektif dan mampu meningkatkan lifting minyak nasional.

 

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menegaskan pentingnya peningkatan produksi minyak di Wilayah Kerja (WK) Rokan sebagai bagian dari upaya mewujudkan target kemandirian energi nasional pada 2029.

Karena itu, Komisi VI DPR RI ingin memastikan berbagai strategi yang dijalankan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) berjalan efektif dan mampu meningkatkan lifting minyak nasional.

Baca juga :
Legislator: Tambahan Anggaran Polri-BNN Harus Bermanfaat untuk Masyarakat

“Kita ingin mengetahui progresnya seperti apa, lalu langkah-langkah yang sudah diambil seperti apa, sehingga harapan kita suasana kemandirian energi ini di 2029 bisa terwujud,” ujar Andre saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke fasilitas operasi PHR di Minas, Riau, Kamis (18/6/2026).

Menurut Andre, peningkatan produksi minyak merupakan agenda strategis yang harus terus didorong untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Oleh sebab itu, Komisi VI DPR RI melakukan pendalaman terhadap berbagai langkah yang telah ditempuh PHR dalam menjaga dan meningkatkan produksi di salah satu wilayah kerja migas terbesar di Indonesia tersebut.

Baca juga :
Habiburokhman: Komisaris Hanania Travel Sangat Layak Jadi Tersangka

Menanggapi hal itu, Direktur Utama PHR Arifin menjelaskan bahwa perusahaan terus menjalankan sejumlah program peningkatan produksi, di antaranya melalui pengeboran sumur secara masif dan penerapan teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR).

Ia menjelaskan, Lapangan Minas yang berada di WK Rokan saat ini masih memproduksi sekitar 28 ribu barel minyak per hari. Untuk mengoptimalkan produksi dari lapangan yang telah lama beroperasi, sejak Desember 2025 PHR mulai menerapkan teknologi CEOR secara komersial di Area A Minas.

Baca juga :
DPR Bakal Surati Kementerian Hukum Terkait Sertifikat Profesi Dokter

Menurut Arifin, teknologi tersebut merupakan yang pertama diterapkan secara komersial di Indonesia dan mulai menunjukkan hasil positif terhadap peningkatan produksi minyak. Pengembangannya akan terus diperluas ke area lain di Lapangan Minas guna memaksimalkan potensi yang masih tersedia.

Secara keseluruhan, WK Rokan saat ini menghasilkan sekitar 150 ribu barel minyak per hari atau sekitar 25 persen dari total produksi minyak nasional. Untuk mempertahankan dan meningkatkan kontribusi tersebut, PHR telah menggelontorkan investasi sebesar Rp11,7 triliun serta menjalankan ratusan proyek pengembangan lapangan migas.

Arifin menambahkan, sejak pengalihan pengelolaan WK Rokan pada 2021, PHR menerapkan strategi pengeboran yang agresif. Jumlah sumur yang dibor terus meningkat, dari 413 sumur pada 2022 menjadi 558 sumur pada 2025.

Selain pengeboran, sejak 2025 perusahaan juga mulai mengembangkan lapangan baru dan menerapkan teknologi tambahan pada lapangan eksisting. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga tren peningkatan produksi sekaligus memperkuat peran WK Rokan sebagai kontributor utama produksi minyak nasional dalam mendukung ketahanan dan kemandirian energi Indonesia.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta DPR Komisi VI DPR Produksi Minyak Rokan PT Pertamina

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777