Selebaran propaganda yang dijatuhkan jet militer Israel di Beirut (Foto: AFP)
Tel Aviv, Jurnas.com - Israel sedang berupaya melobi Amerika Serikat (AS) agar mendapatkan izin melanjutkan operasi militer di Lebanon, meskipun AS dan Iran telah menandatangani perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari ke depan.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, seluruh operasi militer yang berlangsung sejak 28 Februari 2026 lalu, harus dihentikan, termasuk serangan Israel ke Lebanon.
Dikutip dari Reuters pada Kamis (18/6), pejabat anonim Israel mengatakan pihaknya sedang melakukan negosiasi alot dengan Washington mengenai kelanjutkan penempatan pasukan di Lebanon selatan.
Pejabat itu mengatakan Israel tidak akan mundur dari posisinya, termasuk tetap menempatkan pasukan di wilayah selatan Sungai Litani di Lebanon.
Diketahui, Israel memperluas invasinya di Lebanon selatan setelah milisi Lebanon, Hizbullah, melepaskan tembakan ke arah Israel pada 2 Maret lalu dalam rangka mendukung Iran.
Sejak itu, Israel melancarkan kampanye udara dan darat dengan dalih menghancurkan Hizbullah. Tel Aviv juga menggambarkan wilayah yang ingin direbut sebagai zona penyangga dengan wilayah musuh.
Kini, keputusan akan bergantung pada Presiden Trump. Pasalnya, Trump baru saja menandatangani perjanjian awal dengan Iran. Kesepakatan ini juga mengikat untuk Israel yang digandeng untuk menyerang Iran pada akhir Februari lalu.
Kamis, 18/06/2026 16:27 WIB
Sabtu, 13/06/2026 06:46 WIB
Sabtu, 13/06/2026 06:26 WIB
Sabtu, 13/06/2026 05:40 WIB
Kamis, 18/06/2026 08:22 WIB