https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

PM Pakistan Teken MoU Islamabad Sebagai Mediator Iran-AS

Muhammad Habib Saifullah | Kamis, 18/06/2026 17:30 WIB



PM Pakistan Shehbaz Sharif menandatangani Nota Kesepahaman Islamabad sebagai mediator Iran dan Amerika Serikat (AS) Lokasi perundingan perdamaian Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan (Foto: Reuters)

Jakarta, Jurnas.com - Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif menandatangani Nota Kesepahaman Islamabad (Islamabad MoU), Kamis, yang telah disepakati oleh Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri perang.

Pakistan berperan sebagai mediator utama antara AS dan Iran setelah memfasilitasi gencatan senjata pada 8 April lalu sekaligus menjadi tuan rumah perundingan tingkat tinggi antara kedua negara pada 12-13 April.

Pertemuan di Islamabad itu merupakan kontak tingkat tinggi pertama antara AS dan Iran sejak kedua negara memutuskan hubungan diplomatik di tahun 1979.

Baca juga :
Trump Klaim Tanpa Kesepakatan Damai, Iran Bisa Dibombardir hingga Dua Tahun

Menurut pernyataan dari Kantor Perdana Menteri Pakistan, Sharif menandatangani MoU tersebut dalam kapasitasnya sebagai mediator.

PM Sharif menandatangani dokumen tersebut setelah Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian lebih dulu menandatanganinya secara elektronik pada Rabu malam (17/6).

Baca juga :
Trump: AS Terbuka untuk Lanjutkan Serangan ke Iran

Pada Kamis pagi, Sharif mengumumkan MoU Islamabad yang bersejarah antara AS dan Iran itu mulai berlaku secara efektif segera setelah ditandatangani.

Dalam pernyataan yang diunggah melalui platform media sosial X, Sharif mengatakan nota kesepahaman itu telah ditandatangani secara elektronik oleh presiden Amerika Serikat dan Iran, serta disahkan oleh Pakistan dalam perannya sebagai mediator.

Baca juga :
China Tawarkan Bantuan ke Iran dan Lebanon Atas "Bencana Kemanusiaan"

Berdasarkan ketentuan dalam memorandum tersebut, Sharif mengatakan Iran akan segera membuka kembali Selat Hormuz, yang memiliki nilai strategis tinggi bagi perdagangan global; sedangkan Amerika Serikat akan mencabut blokade angkatan lautnya.

Tak lama setelah AS dan Israel memulai perang pada 28 Februari lalu, Iran menutup Selat Hormuz.

Selanjutnya, pada 13 April, pasukan Amerika Serikat memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran, sehingga lalu lintas kapal dagang melalui jalur perairan vital tersebut menjadi sangat sulit dilakukan.

Sumber: Anadolu

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Perang Iran PM Pakistan Islamabad Pakistan Mediator Iran AS

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777