Kamis, 18/06/2026 12:20 WIB

Iran Sebut MoU Perdamaian dengan AS Resmi Disepakati





Kemlu Iran mengonfirmasi bahwa MoU perdamaian yang terdiri atas 14 poin dengan Amerika Serikat telah resmi difinalisasi.

Ilustrasi - bendera Amerika Serikat dan Iran (Foto: Anadolu)

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Luar Negeri Iran mengonfirmasi bahwa nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) perdamaian yang terdiri atas 14 poin dengan Amerika Serikat telah resmi difinalisasi setelah ditandatangani oleh pemimpin kedua negara.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan bahwa dokumen yang dikenal sebagai Memorandum Islamabad kini telah menjadi dasar resmi bagi proses perundingan lanjutan antara Teheran dan Washington.

Menurut laporan kantor berita Mehr yang dikutip Anadolu pada Kamis (18/6), Baghaei menyampaikan bahwa kesepakatan tersebut akan ditandatangani dan diberlakukan melalui mekanisme digital.

"Memorandum Islamabad telah resmi ditetapkan setelah ditandatangani oleh Teheran dan Washington," ujar Baghaei.

Ia menjelaskan bahwa pembahasan dalam kerangka MoU tersebut akan difokuskan pada dua isu utama, yakni program nuklir Iran dan pencabutan sanksi yang selama ini diberlakukan Amerika Serikat terhadap negara tersebut.

Baghaei menuturkan kedua negara telah menyepakati periode perundingan selama 60 hari.

Namun, jangka waktu tersebut masih dapat diperpanjang apabila diperlukan mengingat kompleksitas berbagai isu yang dibahas dalam negosiasi.

Selain itu, Iran juga mengklaim mulai melihat implementasi komitmen awal dari pihak Amerika Serikat, khususnya terkait pelonggaran blokade laut yang sebelumnya diterapkan terhadap aktivitas maritim Iran.

Menurut Baghaei, langkah tersebut mulai dijalankan setelah berlangsungnya perundingan intensif menyusul serangan Israel ke wilayah selatan Beirut, Lebanon, serta meningkatnya ancaman balasan dari Iran.

"Kapal-kapal Iran telah keluar-masuk pelabuhan tanpa masalah," kata Baghaei.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi indikator bahwa komitmen Amerika Serikat dalam kesepakatan awal mulai direalisasikan di lapangan.

Di sisi lain, Iran juga disebut akan mulai menjalankan komitmennya terkait pengelolaan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz setelah nota kesepahaman tersebut resmi diterapkan.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia karena menjadi rute utama pengiriman minyak dan gas dari kawasan Teluk ke pasar internasional.

Finalisasi MoU perdamaian ini menjadi perkembangan penting dalam hubungan Iran dan Amerika Serikat setelah bertahun-tahun diwarnai ketegangan, sanksi ekonomi, serta konflik terkait program nuklir Teheran.

Meski demikian, keberhasilan implementasi kesepakatan tersebut masih akan sangat bergantung pada hasil perundingan dalam beberapa pekan ke depan dan sejauh mana kedua negara mampu memenuhi komitmen yang telah disepakati bersama.

KEYWORD :

Amerika Serikat Konflik Timur Tengah Amerika dan Iran Perundingan Damai




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :