Bangunan runtuh di Filipina usai gempa 7,8 SR (Foto: Associated Press)
Manila, Jurnas.com - Badan Pertahanan Sipil (OCD) Filipina resmi memverifikasi lonjakan jumlah korban tewas akibat gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,8 yang mengguncang wilayah selatan negara tersebut menjadi 45 orang hingga Rabu (10/6).
Otoritas setempat melaporkan seluruh korban jiwa yang terdata sejauh ini berasal dari wilayah Davao dan Soccsksargen.
Melansir Antara, Deputi Administratur Bidang Administrasi OCD, Bernardo Rafaelito Alejandro IV, saat wawancara Bersama DZMM menjelaskan korban tewas berasal dari wilayah Davao dan Soccsksargen.
Menurut dia, sebanyak 18 korban tewas dilaporkan berada di Sarangani, 15 korban di Cotabato Selatan, 11 korban di Davao Occidental, dan satu korban di Davao del Sur.
Dia juga mengatakan tengah memvalidasi laporan terkait 17 orang hilang; 13 di Davao Occidental, dan empat di General Santos City.
Badan tersebut juga mencatat sebanyak 630 orang dilaporkan mengalami luka. Jumlah itu, jelas Alejandro, masih divalidasi dan dapat berubah.
Dewan Nasional Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Filipina (NDRRMC) melaporkan sebanyak 33.596 keluarga atau 149.372 orang yang tersebar di Semenanjung Zamboanga, wilayah Davao, Soccsksargen, dan Daerah Otonomi Bangsamoro di Mindanao terdampak bencana tersebut.
Sebanyak 8.813 keluarga atau 32.464 orang mendapat bantuan di 57 pusat evakuasi, sementara 1.804 keluarga atau 8.973 orang lainnya menerima bantuan di luar pusat evakuasi. Terdapat juga warga terdampak lainnya yang mengungsi ke rumah kerabat.
NDRRMC menjelaskan sebanyak 2.499 rumah mengalami kerusakan sebagian, dan 495 rumah rusak total. Kerugian itu tercatat tersebar di Semenanjung Zamboanga, Wilayah Davao, dan Soccsksargen.
Jum'at, 29/05/2026 14:53 WIB