Ilustrasi Gempa
Jakarta, Jurnas.com - Sedikitnya 19 orang tewas dan lebih dari 130 orang terluka setelah gempa bumi bermagnitudo 7,8 mengguncang Filipina selatan pada Senin dan memicu peringatan tsunami di sejumlah wilayah pesisir.
Otoritas setempat melaporkan gempa terjadi pada pukul 07.37 waktu setempat di lepas pantai Provinsi Sarangani, Pulau Mindanao.
Rekaman dan foto pascagempa menunjukkan sejumlah bangunan rusak dan roboh di General Santos City, yang berada dekat dengan pusat gempa.
Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina menyatakan serangkaian gelombang tsunami teramati setelah gempa, dengan gelombang tertinggi mencapai 1,48 meter.
Gelombang tsunami juga terdeteksi di Indonesia dan Jepang.
Gempa bawah laut tersebut terjadi pada kedalaman sekitar 55 kilometer.
Presiden Ferdinand Marcos Jr. memerintahkan warga untuk mengikuti peringatan dari otoritas setempat dan segera mengungsi ke daerah yang lebih tinggi.
Kantor penanggulangan bencana Filipina mengatakan sedikitnya 12 orang di General Santos City masih dinyatakan hilang.
Operasi di Bandara internasional Jenderal Santos juga dihentikan sementara, dan sejumlah penerbangan komersial menuju kota yang dikenal sebagai pusat ekspor tuna itu dibatalkan.
Di Provinsi Davao Occidental yang berbatasan dengan Sarangani, rekaman video dari sebuah sekolah memperlihatkan para siswa menangis saat guncangan berlangsung selama beberapa detik.
Sumber: Kyodo
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Gempa Filipina Korban Gempa Filipina Selatan



























