Presiden Taiwan Lai Ching-te mengadakan konferensi pers di Taipei, Taiwan, 14 Februari 2025. REUTERS
Taipei, Jurnas.com - Pemerintah Taiwan mengecam keras aktivitas maritim militer China di kawasan perairan sebelah timur pulau demokratis tersebut pada Senin (8/6).
Otoritas Taipei menilai pergerakan armada laut Beijing itu sebagai bentuk tindakan provokasi nyata serta upaya ekspansionisme terselubung yang dapat mengancam stabilitas kawasan.
Di sisi lain, media pemerintah China mengklaim bahwa pengerahan kapal-kapal mereka ke wilayah tersebut merupakan bagian dari operasi penegakan hukum resmi, guna merespons agenda pertemuan antara Jepang dan Filipina terkait penentuan batas wilayah perairan di timur Taiwan.
China yang selama ini mengklaim Taiwan sebagai bagian integral dari kedaulatan wilayahnya, menganggap pembicaraan bilateral antara Tokyo dan Manila itu tidak sah dan menegaskan kontrol eksklusif mereka atas jalur laut tersebut.
“Ini tidak lain adalah ekspansionisme terselubung yang mengancam perdamaian & stabilitas regional,” tulis Kepala Dewan Keamanan Nasional Taiwan, Joseph Wu di platform X.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Taiwan, Wellington Koo, mengonfirmasi tindakan Beijing merupakan bagian dari taktik perang kognitif yang sengaja dirancang untuk menggiring opini bahwa zona perairan di lepas pantai timur Taiwan sepenuhnya berada di bawah yurisdiksi penegakan hukum China.
Guna mengantisipasi eskalasi lebih lanjut, pihak penjaga pantai Taiwan langsung menyiagakan tujuh kapal patroli untuk mengawasi ketat pergerakan armada China.
Petugas keamanan laut Taiwan bahkan sempat terlibat ketegangan selama beberapa jam sebelum akhirnya berhasil memeksa mundur empat kapal China keluar dari zona perairan ujung selatan pulau tersebut, sebelum armada Beijing dilaporkan bergerak menjauh ke arah timur.
Senin, 08/06/2026 15:11 WIB
Jum'at, 29/05/2026 14:53 WIB
Senin, 08/06/2026 13:10 WIB