Pelaksanaan tes seleksi beasiswa ke Maroko (Foto: Ist)
Jakarta, Jurnas.com - Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama menggelar Computer Based Test (CBT) Seleksi Beasiswa Kerajaan Maroko Tahun 2026, pada Minggu (7/6) kemarin.
Seleksi ini menjadi tahapan awal untuk menjaring calon mahasiswa terbaik yang akan diusulkan sebagai penerima beasiswa dari Moroccan Agency for International Cooperation (AMCI) melalui Kedutaan Besar Kerajaan Maroko di Indonesia. Seleksi dilaksanakan secara serentak melalui jaringan Konsorsium Pusat Bahasa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di berbagai daerah.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, mengatakan bahwa program beasiswa Maroko merupakan salah satu jalur strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi internasional bagi generasi muda Indonesia, khususnya lulusan madrasah, pendidikan diniyah formal, satuan pendidikan muadalah, serta SMA dan SMK sederajat.
“Beasiswa Kerajaan Maroko bukan sekadar kesempatan melanjutkan studi di luar negeri, tetapi juga ruang pembentukan kader intelektual muslim Indonesia yang memiliki kompetensi akademik, penguasaan bahasa Arab, serta wawasan keislaman yang moderat dan berdaya saing global,” ujar Amien Suyitno.
Menurutnya, proses seleksi yang dilakukan secara ketat melalui CBT dan wawancara bertujuan memastikan peserta yang direkomendasikan benar-benar memiliki kapasitas akademik dan kesiapan mengikuti pendidikan tinggi di Maroko. Tahun ini, AMCI menyediakan kuota sebanyak 50 beasiswa melalui Kementerian Agama.
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Sahiron, menjelaskan bahwa pelaksanaan seleksi dirancang secara transparan dan objektif untuk memperoleh kandidat terbaik dari seluruh Indonesia. CBT menjadi instrumen awal untuk mengukur kemampuan bahasa Arab peserta yang menjadi salah satu syarat utama dalam mengikuti perkuliahan di perguruan tinggi Maroko.
“Seleksi ini merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas mahasiswa Indonesia yang akan belajar di Timur Tengah. Kemampuan bahasa Arab menjadi aspek fundamental karena akan menentukan keberhasilan mereka dalam mengikuti proses akademik di kampus tujuan,” kata Sahiron.
Dia menambahkan, peserta yang lolos CBT akan mengikuti tahap wawancara yang mencakup kemampuan hafalan Al Quran, qiraatul kutub, wawasan keislaman, dan wawasan kebangsaan. Hasil akhir seleksi merupakan akumulasi nilai CBT sebesar 60 persen dan wawancara sebesar 40 persen.
Program Beasiswa Kerajaan Maroko selama ini menjadi salah satu jalur studi luar negeri yang diminati pelajar Indonesia. Selain menawarkan pendidikan tinggi di berbagai perguruan tinggi ternama Maroko, program ini juga membuka peluang penguatan jejaring akademik dan diplomasi pendidikan antara Indonesia dan Maroko.
Hasil CBT dijadwalkan diumumkan pada 9 Juni 2026, dilanjutkan dengan seleksi wawancara pada 10 Juni 2026. Adapun pengumuman akhir peserta yang direkomendasikan sebagai calon penerima beasiswa Kerajaan Maroko akan disampaikan pada 12 Juni 2026.
Senin, 08/06/2026 15:34 WIB
Senin, 08/06/2026 15:11 WIB
Jum'at, 29/05/2026 14:53 WIB
Senin, 08/06/2026 13:10 WIB