https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Waka MPR: Literasi AI bagi Penyandang Disabilitas Amanat Konstitusi

Eko Budhiarto | Senin, 25/05/2026 19:11 WIB



Waka MPR: Literasi AI bagi Penyandang Disabilitas Amanat Konstitusi Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat. (Foto: Humas MPR)

Jakarta, Jurnas.com - Literasi digital dan literasi Artificial Intelligence (AI) bagi penyandang disabilitas bukan sekadar program tambahan dan kegiatan sosial biasa tetapi bagian dari pelaksanaan amanat konstitusi.

"Pembukaan UUD 1945 memberi mandat yang sangat jelas yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa yang berarti bagi seluruh warga negara, termasuk penyandang disabilitas," kata Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat dalam sambutan pada pelatihan AI program EQUAL (Empower Equality AI Initiative) yang digelar Alunjiva Indonesia dan Microsoft di kantor Komite Nasional Disabilitas, Cawang Kencana, Jakarta Timur, Senin (25/5).

Lestari mengungkapkan, di masa lalu, diskriminasi tampak dalam bangunan tanpa ramp. Hari ini diskriminasi dapat muncul dalam aplikasi yang tidak dapat diakses setiap orang.

Baca juga :
Setjen DPR: Literasi Digital Cegah Penyebaran Radikalisme di Ruang Siber

Rerie, sapaan akrab Lestari menilai, AI yang tidak inklusif bukan hanya kurang lengkap, tetapi berpotensi menjadi ancaman terhadap hak dasar warga negara.

Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu berpendapat bahwa transformasi digital harus berjalan selaras dengan transformasi sosial agar tidak menciptakan ketimpangan baru.

Baca juga :
Bersyukur atas Pembebasan WNI, HNW Apresiasi KemLuRI

Dalam konteks ini, ujar Rerie, pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila menjadi penting untuk mengingatkan bahwa teknologi juga harus menghormati martabat manusia.

Rerie berpendapat, isu disabilitas terlalu lama ditempatkan dalam bingkai belas kasihan.

Baca juga :
MPR Bahas Kedaulatan Rakyat dalam Perspektif Demokrasi Pancasila

"Paradigma itu harus ditinggalkan. Penyandang disabilitas bukan objek kebaikan, tetapi adalah subjek hak," ujar Rerie.

Dalam konteks AI, tegas dia, penyandang disabilitas tidak cukup hanya menjadi peserta pelatihan tetapi juga harus mampu menjadi perancang teknologi dan penguji aksesibilitas.

Menurut Rerie, AI harus dirancang dengan kemudahan aksesibilitas sejak awal. Aksesibilitas harus menjadi prinsip dasar desain teknologi.

"Jangan biarkan siapa pun mendefinisikan masa depan tanpa kehadiran Anda. Jangan biarkan teknologi dibangun tanpa suara Anda. Karena masa depan Indonesia harus dibangun bersama seluruh warga bangsa," pungkas Rerie, di hadapan para penyandang disablitas peserta pelatihan AI program EQUAL.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR Lestari Moerdijat Literasi Digital Artificial Intelligence

Terkini | Senin, 08/06/2026 19:58 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777