Ilustrasi - Hari Lanjut Usia Nasional (Foto: Kemensos RI)
Jakarta, Jurnas.com - Setiap tanggal 29 Mei, masyarakat Indonesia memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN).
Peringatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesejahteraan para lansia sekaligus mengingatkan pentingnya peran mereka dalam kehidupan sosial, budaya, hingga pembangunan bangsa.
Hari Lanjut Usia Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk penghargaan negara terhadap kontribusi para orang tua yang telah banyak berjasa bagi keluarga maupun masyarakat.
Penetapan Hari Lanjut Usia Nasional bermula dari peristiwa bersejarah pada 29 Mei 1945. Saat itu, Dr. Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Radjiman Wedyodiningrat yang telah berusia lanjut memimpin sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
Meski sudah berusia tua, Radjiman tetap aktif berkontribusi dalam perjuangan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan. Semangat dan pengabdiannya itulah yang kemudian dijadikan simbol penghormatan terhadap kaum lanjut usia di Indonesia.
Pemerintah akhirnya menetapkan 29 Mei sebagai Hari Lanjut Usia Nasional melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2004.
Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan, perhatian, dan penghormatan terhadap para lansia.
Selain itu, HLUN juga menjadi pengingat bahwa lansia tetap memiliki hak untuk hidup sehat, produktif, mandiri, dan bahagia di usia senja.
Pemerintah melalui berbagai kementerian dan lembaga biasanya menggelar sejumlah kegiatan sosial pada momentum ini, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, bantuan sosial, hingga edukasi mengenai pola hidup sehat bagi lansia.
Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, keberadaan lansia sering kali dianggap tidak lagi produktif. Padahal, banyak orang lanjut usia yang tetap aktif berkarya dan memberikan inspirasi bagi generasi muda.
Pengalaman hidup yang dimiliki para lansia juga menjadi sumber pengetahuan dan nilai-nilai kehidupan yang penting diwariskan kepada anak cucu.
Karena itu, peringatan HLUN mengajak masyarakat untuk tidak memandang usia lanjut sebagai beban, melainkan sebagai fase kehidupan yang tetap bernilai dan layak dihormati.
Meski sudah ada perhatian dari pemerintah, para lansia di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari persoalan kesehatan, keterbatasan ekonomi, hingga kurangnya dukungan sosial.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kondisi ini membuat kebutuhan layanan kesehatan dan perlindungan sosial bagi lansia menjadi semakin penting.
Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar para lansia dapat menikmati masa tua dengan kualitas hidup yang baik.
Hari Lanjut Usia Nasional juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih menghargai dan menyayangi orang tua maupun para lansia di sekitar.
Perhatian sederhana seperti meluangkan waktu berbicara, membantu aktivitas sehari-hari, hingga menjaga kesehatan mereka dapat memberikan kebahagiaan besar bagi para lansia.
Dengan semangat HLUN, diharapkan masyarakat Indonesia semakin peduli terhadap kesejahteraan lanjut usia dan menjadikan mereka bagian penting dalam kehidupan sosial.
Sabtu, 30/05/2026 03:03 WIB
Jum'at, 29/05/2026 21:55 WIB
Jum'at, 29/05/2026 14:53 WIB