Bangunan Ka`bah di Masjidil Haram, Makkah menjadi pusat ibadah haji (Foto: Unsplash/Haytem Gataa)
Jakarta, Jurnas.com - Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi atau The National Center for Meteorology (NCM) mengembangkan pemantauan cuaca dengan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Pusat tersebut juga meluncurkan laporan khusus serta aplikasi multibahasa untuk meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada jemaah haji.
Dilansir dari Saudi Gazette, Direktur Jenderal Penelitian, Pengembangan dan Inovasi di NCM yaitu Dr Turki Habibullah menyatakan NCM mulai menggunakan teknologi AI dalam prakiraan cuaca sejak tahun lalu.
Dia menekankan teknologi itu menunjukkan efisiensi yang luar biasa dibandingkan dengan model numerik Saudi yang kini digunakan di pusat tersebut.
Menurut penuturannya, keunggulan AI pada sistem ini adalah kemampuannya menghasilkan prakiraan dalam hitungan detik, berbeda dengan numerik traditional yang membutuhkan komputasi berkinerja tinggi serta sistem operasi yang kompleks sehingga menghasilkan waktu pemrosesan yang jauh lebih lama.
Habibullah mencatat, model baru yang diberi nama Bayan itu masih dalam tahap pengujian dan evaluasi dengan peluncuran resminya diperkirakan pada akhir tahun 2026. Tepatnya setelah rampung persiapan teknis dan operasional yang diperlukan.
Salah satu layanan baru yang paling menonjol pada pelaksanaan haji 2026 adalah pengenalan Laporan Cuaca untuk lokasi Miqat.
Layanan ini bertujuan menyediakan pembaruan cuaca 24 jam bagi mereka yang beroperasi di lokasi Miqat, sumber daya penting mengingat banyaknya lembaga layanan serta kesehatan di lokasi-lokasi tersebut.
Habibullah menyoroti pusat tersebut terus menerbitkan berbagai laporan, termasuk prakiraan cuaca selama sepuluh hari, pengarahan pagi dan sore harian, serta laporan kondisi jalan.
Laporan-laporan itu menampulkan indikator seperti tekanan panas dan kondisi cuaca yang diharapkan yang berkaitan dengan kebutuhan operasional berbagai lembaga.
Dia menegaskan aplikasi Anwaar telah diperbarui tahun ini untuk mendukung sembilan bahasa yang berbeda, memfasilitasi akses informasi bagi jemaah haji dari berbagai negara. Aplikasi ini kini menyediakan data cuaca per jam secara real-time, citra satelit serta informasi radar.
Kemudian, NCM juga memperluas program dengan menambahkan lima bahasa baru. Ini bertujuan memastikan pembaruan dan peringatan cuaca penting bisa tersampaikan secara efektif kepada lembaga terkait maupun jemaah haji dari berbagai negara.
Selain itu, Habibullah juga mengungkap pengenalan layanan berbasis AI yang memberikan prakiraan cuaca audio dalam bahasa Inggris, sebuah langkah yang dirancang untuk meningkatkan komunikasi dan menjangkau khalayak seluas mungkin selama musim haji.
Selasa, 19/05/2026 13:31 WIB