https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

WHO Pastikan Hantavirus di Kapal Pesiar Tidak Picu Epidemi Besar

Muhammad Habib Saifullah | Jum'at, 08/05/2026 02:01 WIB



WHO menyatakan wabah hantavirus yang terkait dengan kapal pesiar diperkirakan tidak akan berkembang menjadi epidemi besar karena berbeda dari pandemi COVID-19 Ilustrasi virus (Foto: Earth)

Jakarta, Jurnas.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah hantavirus yang terkait dengan kapal pesiar diperkirakan tidak akan berkembang menjadi epidemi besar karena berbeda dari pandemi COVID-19.

"Ini adalah lingkungan spesifik dan terbatas, tempat orang-orang berinteraksi dalam kontak dekat berkepanjangan," kata Direktur Operasi Peringatan dan Respons Darurat Kesehatan WHO Abdirahman Mahamud kepada wartawan di Jenewa, Kamis (7/5).

WHO tidak memperkirakan wabah tersebut akan berkembang menjadi epidemi besar mengingat pengalaman dan langkah yang telah diambil negara-negara anggota.

Baca juga :
Wabah Hantavirus Melanda Kapal Pesiar Atlantik, Tiga Orang Tewas

"Kami percaya wabah ini tak akan menyebabkan rantai penularan lanjutan," kata Mahamud.

Para pejabat WHO mengatakan sejauh ini lima kasus telah dikonfirmasi terkait virus Andes, yakni strain hantavirus yang dalam kasus langka dapat menular antarmanusia melalui kontak dekat dan berkepanjangan.

Kasus tersebut terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius dan diagnosisnya dikonfirmasi melalui pengujian di Afrika Selatan dan Swiss.

Mahamud mengatakan pasien yang terinfeksi harus tetap diisolasi, sementara individu yang terpapar perlu menjalani pemantauan aktif hingga 42 hari, meski penerapannya dapat berbeda di tiap negara.

Menurut dia, sejumlah negara mungkin menerapkan karantina institusional, sementara negara lain mengandalkan pemantauan kesehatan harian oleh petugas kesehatan.

Direktur WHO untuk Kesiapsiagaan dan Pencegahan Epidemi serta Pandemi Maria Van Kerkhove menegaskan bahwa wabah hantavirus sangat berbeda dari pandemi COVID-19.

"Ini bukan SARS-CoV-2. Ini bukan awal pandemi COVID," katanya. "Penyebarannya tidak sama seperti virus corona."

Sebagian besar hantavirus ditularkan melalui hewan pengerat, termasuk lewat air liur, urine, atau kotorannya, sementara penularan antarmanusia jarang terjadi.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan badan PBB itu telah memberi tahu 12 negara yang warganya ikut kapal pesiar tersebut dan sebelumnya turun di Saint Helena.

Ke-12 negara itu adalah Kanada, Denmark, Jerman, Belanda, Selandia Baru, Saint Kitts dan Nevis, Singapura, Swedia, Swiss, Turkiye, Inggris, dan Amerika Serikat.

Tedros mengatakan dua kasus pertama yang dikonfirmasi sempat melakukan perjalanan melalui Argentina, Chile, dan Uruguay sebelum menaiki kapal, termasuk mengunjungi lokasi pengamatan burung yang diketahui memiliki tikus pembawa virus Andes.

Kapal tersebut saat ini berlayar menuju Kepulauan Canary setelah mendapat izin dari Spanyol.

WHO menilai risiko penyebaran hantavirus, termasuk di Kepulauan Canary, relatif rendah.

Sumber: Anadolu

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Wabah Hantavirus Virus Kapal Pesiar Epidemi WHO

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777