https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Tolak Biaya Tambahan, Uni Eropa Serukan Akses Bebas di Selat Hormuz

Muhammad Habib Saifullah | Kamis, 30/04/2026 09:30 WIB



Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen menyerukan pemulihan navigasi tanpa batasan di Selat Hormuz. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen (Foto: REUTERS)

Jakarta, Jurnas.com - Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen menyerukan pemulihan navigasi tanpa batasan di Selat Hormuz.

Dalam pernyataannya, Uni Eropa menekankan bahwa tidak boleh ada pungutan biaya yang dikenakan pada pelayaran internasional di jalur air strategis tersebut.

Seruan ini muncul sebagai respons atas dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah yang berdampak langsung pada stabilitas jalur perdagangan energi global.

Baca juga :
Trump Instruksikan untuk Blokade Lebih Lanjut Terhadap Iran

"Kita semua menginginkan gencatan senjata di Iran dan Lebanon tetap berlaku, dengan tujuan utama untuk membangun kembali perdamaian dan stabilitas melalui jalur diplomatik," ujar Von der Leyen, dikutip Aljazeera, pada Kamis (30/4).

Menurut Von der Leyen, upaya diplomatik yang tengah dibangun harus mencakup jaminan keamanan maritim yang absolut.

Baca juga :
Trump Klaim Iran Nyaris Runtuh, Minta Segera Buka Blokade

Ia mendesak agar kebebasan navigasi di Selat Hormuz dipulihkan secara penuh dan permanen tanpa dibayangi oleh pungutan finansial dari pihak mana pun.

Selain isu kebebasan navigasi, Von der Leyen juga menggarisbawahi bahwa stabilitas kawasan tidak akan tercapai secara utuh tanpa penyelesaian isu fundamental terkait militer Teheran.

Baca juga :
Trump Tidak Puas dengan Usulan Iran Soal Selat Hormuz

"Sama jelasnya bahwa setiap perjanjian perdamaian harus membahas program nuklir dan rudal balistik Iran," tegasnya.

Meski mendorong jalur diplomasi, Von der Leyen memperingatkan masyarakat internasional untuk bersiap menghadapi dampak jangka panjang dari ketegangan yang sudah terjadi.

Menurutnya, konsekuensi dari konflik di kawasan tersebut kemungkinan akan terasa selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun ke depan.

"Konsekuensi dari konflik ini mungkin akan terasa selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun mendatang," katanya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Ursula von der Leyen Uni Eropa Selat Hormuz Iran AS

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777