Mantan Ibu Negara Korea Selatan, Kim Keon Hee, tiba di kantor kejaksaan khusus di Seoul, Korea Selatan, 6 Agustus 2025. REUTERS
Seoul, Jurnas.com - Pengadilan banding Korea Selatan menjatuhkan hukuman empat tahun penjara kepada mantan Ibu Negara Kim Keon Hee pada Selasa (28/4). Putusan ini jauh lebih berat dari vonis sebelumnya setelah pengadilan menyatakan Kim bersalah atas manipulasi saham dan suap.
Kim, istri dari mantan presiden Yoon Suk Yeol yang kini juga mendekam di penjara, sebelumnya divonis 20 bulan penjara atas kasus suap pada Januari lalu.
Namun, pada persidangan tingkat pertama tersebut, dia dibebaskan dari tuduhan pengaturan harga saham. Baik Kim maupun jaksa mengajukan banding atas vonis tersebut hingga akhirnya Pengadilan Tinggi Seoul membatalkan pembebasan tuduhan penipuan saham tersebut.
“Pengadilan menjatuhkan hukuman empat tahun penjara kepada terdakwa dan denda sebesar 50 juta won (sekitar AS$34.000),” demikian bunyi putusan pengadilan yang disiarkan secara televisi dikutip dari AFP.
Hakim menyatakan Kim terbukti berpartisipasi dalam manipulasi harga saham Deutsch Motors, sebuah dealer mobil di Korea Selatan, yang disebut sebagai tindakan perdagangan kolusif yang merupakan manipulasi pasar. Pengadilan juga mengkritik sikap Kim yang dianggap gagal mengakui kesalahannya dan terus-menerus mencari alasan.
Kasus suap ini juga menyeret nama Han Hak-ja, pemimpin Gereja Unifikasi. Kim dinyatakan bersalah karena menerima dua tas tangan Chanel dan sebuah kalung Graff dari gereja tersebut, yang semuanya diklasifikasikan sebagai suap oleh pengadilan banding.
Sebelumnya, pada pengadilan tingkat rendah, salah satu tas tersebut tidak diakui sebagai suap karena diberikan sebelum pelantikan suaminya sebagai presiden. Namun, pengadilan banding menganulir pandangan tersebut dan menyatakan bahwa tindakan Kim telah merusak kepercayaan publik terhadap transparansi urusan negara.
Kim Keon Hee telah lama menjadi pusat berbagai skandal yang membayangi masa jabatan suaminya. Salah satu yang paling menonjol adalah rekaman kamera tersembunyi tahun 2023 yang menunjukkan dirinya menerima tas mewah Dior. Rentetan skandal ini berkontribusi pada kekalahan partai Yoon dalam pemilihan umum April 2024.
Sabtu, 25/04/2026 04:04 WIB
Kamis, 23/04/2026 06:30 WIB