https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Turki Desak Sekutu NATO Minta Maaf ke Trump di KTT Ankara

Mutiul Alim | Senin, 13/04/2026 20:12 WIB



Turki menyerukan agar para sekutu NATO memanfaatkan KTT yang akan berlangsung di Ankara, pada Juli mendatang untuk memulihkan hubungan dengan Presiden Trump Bendera NATO dan AS di atas meja saat Menhan AS Pete Hegseth dan Sekjen NATO Mark Rutte bertemu di Pentagon di Washington, AS, 24 April 2025. REUTERS

Ankara, Jurnas.com - Turki menyerukan agar para sekutu NATO memanfaatkan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang akan berlangsung di Ankara, pada Juli mendatang untuk memulihkan hubungan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Pertemuan itu juga akan dimaksudkan untuk bersiap menghadapi kemungkinan berkurangnya keterlibatan Washington dalam aliansi tersebut, menyusul kemarahan Trump akibat minimnya kontribusi NATO di perang melawan Iran.

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan yakin Trump akan hadir KTT para pemimpin NATO pada 7-8 Juli karena rasa hormat pribadinya terhadap Presiden Recep Tayyip Erdogan. Namun, dia juga tetap membuka kemungkinan Trump enggan datang.

Baca juga :
Fasilitasi Doa Bersama untuk Republik, Gedung Putih Tuai Kritik

Trump telah mengkritik NATO selama bertahun-tahun, dan pekan lalu mengancam akan menarik AS keluar dari aliansi tersebut setelah negara-negara anggota Eropa menolak mengirimkan kapal untuk membuka blokade Selat Hormuz di dekat Iran.

Hal itu semakin memperparah gesekan dalam blok tersebut yang sebelumnya sudah timbul akibat rencana Trump untuk menguasai Greenland.

Baca juga :
Usai Kunjungan Trump, China bakal Beli Pesawat dari Amerika Serikat

Fidan mengatakan bahwa para sekutu selama ini menganggap kritik Trump sebatas retorika, namun kini mulai menyusun rencana menghadapi kemungkinan berkurangnya keterlibatan AS dan memperkuat kapasitas pertahanan mereka sendiri.

"Negara-negara NATO perlu menjadikan KTT Ankara ini sebagai kesempatan untuk membangun hubungan dengan Amerika Serikat secara lebih sistematis," kata Fidan dikutip dari Reuters pada Senin (13/4).

Baca juga :
Trump Sebut AS dan China Sama-sama Tak Ingin Iran Punya Senjata Nuklir

"Jika AS akan menarik diri dari sebagian mekanisme NATO, harus ada rencana dan program untuk mengelola penarikan itu secara bertahap agar tidak ada pihak yang dibiarkan tanpa perlindungan," dia menambahkan.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyatakan bahwa dia memahami kekecewaan Trump terhadap aliansi, namun menyebut mayoritas besar negara-negara Eropa telah memberikan kontribusi dalam upaya perang AS di Iran.

Sebaliknya, salah seorang pejabat senior Gedung Putih pekan lalu menyampaikan kepada Reuters bahwa Trump, sebagai bagian dari kekecewaannya terhadap NATO, juga telah mempertimbangkan opsi untuk menarik sebagian pasukan AS dari Eropa.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

KTT NATO Aliansi Pertahanan NATO Donald Trump

Terkini | Selasa, 19/05/2026 05:17 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777