https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Hasto Ungkap Momen Akrab Megawati-Prabowo di Istana: Seperti Teman Lama

Samrut Lellolsima | Sabtu, 21/03/2026 16:18 WIB



Pertemuan berlangsung sangat cair, membicarakan berbagai persoalan kebangsaan. Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Merdeka Jakarta. (Foto: Instagram)

 

Jakarta, Jurnas.com – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengungkapkan suasana pertemuan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, beberapa hari lalu berlangsung hangat dan penuh keakraban.

Baca juga :
Prabowo Tinjau Langung KDMP di Nganjuk

Menurut Hasto, meski dikemas dalam agenda kenegaraan, pertemuan tersebut terasa seperti perjumpaan dua sahabat lama yang telah lama saling mengenal.

“Ibu Megawati memandang pertemuan itu sebagai pertemuan teman lama,” kata Hasto di Jakarta, Sabtu (21/3).

Baca juga :
Prabowo Minta TNI dan Polri Berbenah: Tidak Boleh Becking Macam-macam

Ia menjelaskan, durasi pertemuan yang cukup panjang dimanfaatkan kedua tokoh untuk berdiskusi secara mendalam. Tidak hanya bernuansa nostalgia, keduanya juga membahas berbagai isu strategis yang tengah dihadapi bangsa.

“Pertemuan berlangsung sangat cair, membicarakan berbagai persoalan kebangsaan,” ujarnya.

Baca juga :
Legislator PDIP Dorong Satu Data Indonesia untuk Pangkas Izin Investasi

Hasto menilai pertemuan tersebut mencerminkan karakter politik Indonesia yang menjunjung tinggi dialog dan musyawarah dalam menyikapi dinamika nasional.

Lebih lanjut, ia juga menanggapi kemungkinan adanya silaturahmi lanjutan antara Megawati dengan para mantan presiden lainnya dalam momentum Idulfitri. Menurutnya, makna Lebaran bagi Megawati adalah mempererat persaudaraan tanpa sekat.

“Semangat Idulfitri adalah persaudaraan yang universal, saling memaafkan,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Hasto turut menyinggung akar sejarah tradisi halalbihalal yang kini menjadi bagian dari budaya nasional. Ia menyebut tradisi tersebut merupakan gagasan Presiden pertama RI, Soekarno.

Secara historis, istilah halalbihalal diperkenalkan pada 1948 oleh KH Abdul Wahab Chasbullah atas masukan Bung Karno sebagai cara meredakan ketegangan politik saat itu.

Menurut Hasto, nilai-nilai dalam tradisi tersebut menjadi kekuatan khas budaya Indonesia yang perlu terus dijaga, terutama oleh para elite politik.

“Ini tradisi yang sangat khas Indonesia dan mencerminkan jati diri bangsa yang mengedepankan kebersamaan,” katanya.

 

 

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto silaturahmi Idul Fitri Prabowo Subianto Megawati Soekarnoputri

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777