https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Penutupan Selat Hormuz, Jepang dan AS Jalin Kerja Sama Ketahanan Energi

Vaza Diva | Minggu, 15/03/2026 01:30 WIB



Krisis di Timur Tengah yang mengakibatkan terhentinya pasokan minyak dan gas melalui Selat Hormuz memicu langkah cepat dari Jepang dan AS. Ilustrasi - ditengah konflik Timur Tengah yang memanas, Amerika Serikat dan Jepang menjalin kerja sama untuk ketahanan energi (Foto: REUTER)

Tokyo, Jurnas.com - Krisis di Timur Tengah yang mengakibatkan terhentinya pasokan minyak dan gas melalui Selat Hormuz memicu langkah cepat dari Jepang dan Amerika Serikat.

Para pejabat tinggi kedua negara bertemu di Tokyo pada Sabtu ( 14/3) untuk memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas energi kawasan di tengah meningkatnya ketegangan global.

Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, Ryosei Akazawa, melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Dalam Negeri AS, Doug Burgum.

Baca juga :
Trump Ultimatum Iran: Segera Berdamai atau Hancur Total!

Pertemuan ini berlangsung di sela-sela forum keamanan energi yang melibatkan delegasi dari belasan negara, baik dari sektor pemerintahan maupun pelaku usaha.

Dalam pembukaan sesi yang terbuka bagi media, Akazawa menyampaikan harapannya agar kolaborasi dua hari ini dapat memperkuat ketahanan kawasan.

Baca juga :
Fasilitasi Doa Bersama untuk Republik, Gedung Putih Tuai Kritik

Beliau menyatakan, "akan menjadi langkah pertama dari kerja sama keamanan energi baru di Indo-Pasifik."

Akazawa juga menyoroti kerentanan jalur pelayaran sempit di Timur Tengah yang menjadi urat nadi pasokan energi ke Asia.

Baca juga :
Perundingan AS vs Iran Terhambat Masalah Kepercayaan, China Diminta Tengahi

Ia menegaskan perlunya perencanaan infrastruktur energi untuk jangka menengah hingga panjang guna mengantisipasi krisis serupa di masa depan.

Menurutnya, ancaman Iran terhadap pelayaran di Selat Hormuz di tengah konflik AS-Israel yang berkecamuk, telah menjadi pengingat nyata akan bahaya ketergantungan berlebih pada satu wilayah atau teknologi tertentu.

Di sisi lain, Doug Burgum yang juga mengepalai Dewan Dominasi Energi Nasional AS, memberikan perhatian khusus pada sektor mineral kritis.

Ia berkomitmen untuk menjamin keamanan pasokan di bidang tersebut, selain fokus pada kebutuhan listrik dan bahan bakar cair.

Burgum memandang adanya peluang investasi besar untuk memperkuat kedaulatan mineral kedua negara.

Mereka memproyeksikan sejumlah kesepakatan bisnis strategis akan segera disahkan sebelum penutupan Forum Menteri dan Bisnis Keamanan Energi Indo-Pasifik pada hari Minggu esok.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Konflik Timur Tengah minyak dan gas Selat Hormuz Amerika Serikat Negara Jepang

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777