https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Serangan Global Peretas Rusia Bobol WhatsApp Pejabat hingga Jurnalis

Mutiul Alim | Senin, 09/03/2026 19:30 WIB



 Intelijen Belanda mengatakan bahwa sekelompok peretas yang didukung pemerintah Rusia, melancarkan serangan siber global guna mendapatkan akses ke akun WhatsApp Ilustrasi hacker (Foto: EPA)

Amsterdam, Jurnas.com - Intelijen Belanda mengatakan bahwa sekelompok peretas yang didukung pemerintah Rusia, melancarkan serangan siber global untuk mendapatkan akses ke akun Signal dan WhatsApp yang digunakan pejabat, personel militer, hingga jurnalis.

Dikutip dari Reuters pada Senin (9/3), para peretas mengatakan bahwa pengguna dibujuk melalui obrolan yang dimulai oleh peretas untuk mengungkapkan verifikasi keamanan dan kode PIN, sehingga memberi mereka akses ke akun pribadi dan obrolan grup.

"Peretas Rusia kemungkinan besar telah memperoleh akses ke informasi sensitif," kata Badan Intelijen Umum Belanda (AIVD) dan Dinas Intelijen dan Keamanan Militer Belanda (MIVD).

Baca juga :
Peretas Rusia Berada dalam Perusahaan Telekomunikasi Raksasa Ukraina Berbulan-bulan

"Target dan korban kampanye ini termasuk pegawai pemerintah Belanda dan jurnalis," lembaga itu menambahkan.

WhatsApp yang memiliki enkripsi end-to-end sehingga membuat pejabat leluasa berbagi informasi rahasia atau terklasifikasi, menjadikan aplikasi ini tempat ideal bagi pelaku jahat untuk mencoba mendapatkan informasi sensitif.

Baca juga :
Peretas Rusia Diduga Menarget Komputer Penegak Hukum Ukraina

Namun, sebagai tanggapan, WhatsApp mengatakan bahwa pengguna tidak boleh membagikan kode enam digit mereka kepada orang lain dan bahwa pihaknya terus mengembangkan cara untuk melindungi orang dari ancaman daring.

Juru bicara pemerintah Belanda mengatakan bahwa pihak berwenang mengeluarkan peringatan siber, yang memberitahukan kepada kolega pemerintah tentang kerentanan tersebut dan menawarkan bantuan untuk menghilangkan ancaman tersebut, seraya mengutip operasi gabungan dengan dinas intelijen umum AIVD.

Baca juga :
15 Juta Data Nasabah BSI Bocor, Kementerian BUMN Diminta Tanggung Jawab

"Meskipun memiliki opsi enkripsi end-to-end, aplikasi perpesanan seperti Signal dan WhatsApp tidak boleh digunakan sebagai saluran untuk informasi rahasia, konfidensial, atau sensitif," ujar direktur MIVD, Laksamana Madya Peter Reesink.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Serangan Hacker Peretas Rusia Pembobolan WhatsApp

Terpopuler

Selasa, 23/06/2026 12:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Uzbekistan

Selasa, 23/06/2026 14:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Ghana

Selasa, 23/06/2026 05:05 WIB
Humanika

Menikahi Janda Anak Satu, Apakah Wajib Menafkahi Anaknya?

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777