https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kala Raden Fatahillah Menyerang Sunda Kelapa di Bulan Puasa

Agus Mughni | Sabtu, 28/02/2026 17:15 WIB



Atas mandat Sultan Trenggono, Fatahillah, panglima pasukan Demak–Cirebon, dikenal Ilustrasi - Raden Fatahillah dan pasukan Demak menyerang SUnda Kelapa (Foto: Jakartamu)

Jakarta, Jurnas.com - Pada 22 Ramadan 933 Hijriyah atau 22 Juni 1527 Masehi, tokoh legendaris Fadhilah Khan atau Raden Fatahillah berhasil merebut pelabuhan Sunda Kelapa, memenangkan serangkaian pertempuran melawan penjajah Portugis serta mengubah wajah sejarah kawasan pesisir utara Jawa.

Penyerangan dan perebutan Sunda Kelapa yang dipimpin oleh Fatahillah ini tidak hanya berujung pada perubahan nama kota menjadi Jayakarta, yang kemudian menjadi Jakarta, tetapi juga menjadi simbol kemenangan politik, agama, dan perdagangan bagi Kesultanan Demak dan komunitas Islam Nusantara.

Dikutip dari berbagai sumber, Sunda Kelapa pada awal abad ke-16 merupakan pelabuhan vital bagi Kerajaan Pajajaran dan tempat bertemunya ragam bangsa pedagang dari Arab, India, Cina, hingga Portugis.

Baca juga :
Takbiran Menggema, Ini Doa Perpisahan dengan Ramadan yang Dianjurkan

Kedatangan bangsa Eropa dengan kekuatan militer membuat Kesultanan Demak, yang dipimpin Sultan Trenggono, merasa terancam bila pelabuhan strategis itu terus dikuasai pihak asing. Kolaborasi politik antara Portugis dan kerajaaan Pajajaran makin memperkuat kekhawatiran Demak tentang ancaman atas kedaulatan wilayah dan perkembangan Islam di Nusantara.

Atas mandat Sultan Trenggono, Fatahillah, panglima pasukan Demak–Cirebon yang juga dikenal sebagai laksamana dan ulama militan, memimpin ekspedisi militer ke Sunda Kelapa.

Baca juga :
Bacaan Doa Hari ke-30 Bulan Ramadan Lengkap dengan Artinya

Dalam strategi yang matang itu, Fatahillah membawa armada kapal dan pasukan terlatih, serta memanfaatkan momentum ketika Portugis sedang kesulitan akibat badai dan gangguan logistik. Serangkaian aksi perang selama 1526–1527 itu berujung pada kemenangan Fatahillah atas kekuatan Portugis dan sekutu lokal mereka.

Pertempuran yang berpuncak pada 22 Juni 1527 bukan sekadar bentrokan fisik semata, tetapi juga perjuangan simbolis bagi komunitas Muslim di Jawa. Keberhasilan Fatahillah memukul balik kekuatan Portugis di pelabuhan itu kemudian disebut sebagai Fathan Mubina atau “kemenangan yang nyata”.

Baca juga :
Keutamaan Hari ke-29 Ramadan dan Doa yang Dianjurkan

Nama Sunda Kelapa resmi diganti menjadi Jayakarta, yang dalam bahasa Sansekerta bermakna “kemenangan yang jaya”, mencerminkan semangat perjuangan dan dominasi baru atas wilayah yang semula dikuasai penjajah asing.

Selain dari aspek militer, keberhasilan itu menjadi titik penting dalam sejarah penyebaran Islam di wilayah pesisir Jawa Barat dan Banten, karena interpretasi kemenangan ini juga dilihat sebagai kemenangan nilai dan politik Islam atas ekspansi kolonial Eropa.

Catatan sejarah menyebutkan bahwa keberhasilan Fatahillah memperkuat status Demak sebagai kekuatan maritim Islam yang dominan di Nusantara pada era tersebut, menggeser dominasi kekuatan lokal lama yang masih berakar Hindu–Buddha.

Jejak kemenangan ini masih diperingati hingga kini sebagai Hari Jadi Kota Jakarta pada 22 Juni setiap tahun. Nama Jayakarta menjadi simbol keberanian, kedaulatan, dan identitas lokal, sekaligus pengingat bahwa strategi politik, militer, dan agama dapat membentuk sejarah kota dan bangsa.

Meski begitu, identitas Fatahillah tetap menjadi bahan kajian dan polemik sejarawan. Beberapa versi menyebut ia berasal dari Samudra Pasai, ada yang menyatakan keturunan Arab atau bangsawan ulama, sementara hubungannya dengan Sunan Gunung Jati memberi legitimasi religius dan politik yang kuat.

Beberapa kritikus mempertanyakan eksistensi figur Fatahillah dan penetapan tanggal 22 Juni 1527, karena dokumen Eropa abad ke-16 tidak menyebut namanya secara eksplisit. Namun, mayoritas sumber sejarah modern tetap mengakui perannya sebagai panglima yang menaklukkan Sunda Kelapa atas mandat Kesultanan Demak.

Peristiwa penyerangan dan penaklukan Sunda Kelapa oleh Fatahillah pada bulan Ramadan bukan hanya sebuah episode perang semata, tetapi juga bab penting dalam sejarah Indonesia yang menghubungkan dimensi militer, politik, agama, dan identitas nasional yang berlanjut sampai hari ini. (*)

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Raden Fatahillah Sunda Kelapa Puasa Ramadan Bulan Ramadan

Terkini | Minggu, 02/08/2026 19:54 WIB

Gaya Hidup

Korsel Catat Suhu Terpanas Sepanjang Sejarah, Tembus 42,5 Derajat Celsius

Gaya Hidup

Fenomena Langka 12 Agustus 2026, Ada Gerhana Matahari hingga Hujan Meteor

News

BGN: TEP 2026 Jadi Mitra Strategis Sukseskan Program MBG di Wilayah 3T

News

Kemenkop Dorong TEP 2026 Jadi Agen Perubahan Koperasi Kawasan Transmigrasi

News

Komdigi: Indonesia dan India Buka Babak Baru Kemitraan Digital

Humanika

Kumpulan Doa Memohon Jodoh Terbaik dalam Islam Lengkap dengan Artinya

News

Kemkomdigi Imbau Masyarakat Makin Cermat Periksa Konten di Ruang Digital

Gaya Hidup

Studi Ungkap Kurangi Hoaks di Medsos Tak Otomatis Ubah Keyakinan Pengguna

Gaya Hidup

Ini 6 Aktivitas Quality Time Ayah dan Anak yang Bikin Makin Dekat

Gaya Hidup

Makanan Dihinggapi Lalat, Apakah Masih Aman Dimakan?

Gaya Hidup

Begini Cara Membuat Email Profesional untuk Kerja dan Bisnis

News

Menteri LH Ajak Walhi Galakkan Tobat Ekologis Demi Keberlanjutan Ekonomi

News

69.500 Migran Tinggalkan Ceuta, Spanyol Perketat Perbatasan dengan Maroko

News

Lawan Konten Menyesatkan, Content Creator Dibekali Ilmu Jurnalistik

News

Pesawat Wisata Kecil Jatuh dan Terbakar, 13 Orang Tewas

News

Pameran Kampus Taiwan, Belasan Ribu Pelajar RI Berburu Beasiswa

Gaya Hidup

Hampir 400 Tahun Setelah Karam, Kapal Batavia Masih Menyimpan Kisah Baru

Humanika

Bolehkah Mengadakan Doa Syukuran untuk Rumah Baru?

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777