https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ketika Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Ramadan, Vlad Vs Ottoman

Agus Mughni | Sabtu, 28/02/2026 14:31 WIB



ketika Sultan Muhammad Al-Fatih atau Sultan Mehmed II memimpin langsung ekspedisi militer memburu penguasa Wallachia, Vlad III Dracula, atau dikenal “Dracula Ilustrasi - Sultan Muhammad Al-Fatih atau Sultan Mehmed II (Foto: Wannart)

Jakarta, Jurnas.com - Musim panas 1462 menjadi salah satu bab paling dramatis dalam sejarah Balkan ketika Sultan Muhammad Al-Fatih atau Sultan Mehmed II memimpin langsung ekspedisi militer memburu penguasa Wallachia, Vlad III Dracula, yang di Eropa dikenal sebagai “Dracula”.

Peristiwa ini berlangsung pada pertengahan abad ke-15, di bulan Ramadan, kurang dari satu dekade setelah Penaklukan Konstantinopel, yang mengangkat reputasi Mehmed II sebagai Al-Fatih. Setelah menguasai Konstantinopel dan memperluas wilayah ke Balkan, Mehmed berupaya menegaskan kendali atas kerajaan-kerajaan vasal, termasuk Wallachia, wilayah yang kini menjadi bagian dari Rumania selatan.

Namun situasi berubah ketika Vlad III, yang sebelumnya pernah dibesarkan di lingkungan istana Utsmaniyah sebagai sandera politik, menolak tunduk dan menghentikan pembayaran upeti. Lebih dari itu, ia melancarkan serangan terhadap garnisun Utsmaniyah atau Ottoman di sepanjang Sungai Donau dan mengeksekusi ribuan tawanan dengan cara dipancang hidup-hidup, yakni metode yang membuatnya dijuluki “Vlad the Impaler”.

Baca juga :
Takbiran Menggema, Ini Doa Perpisahan dengan Ramadan yang Dianjurkan

Menanggapi tindakan itu, Mehmed II memimpin ekspedisi besar ke Wallachia pada musim panas 1462 yang bertepatan dengan Ramadan. Sumber-sumber sejarah Ottoman dan Eropa mencatat bahwa pasukan besar digerakkan menembus Balkan untuk menghentikan perlawanan Vlad dan memulihkan wibawa kekaisaran.

Sumber-sumber berbeda menyebut jumlah pasukan Mehmed antara 60.000 hingga 150.000 prajurit, bahkan ada kronik yang menyebut lebih dari 200.000, termasuk artileri berat dan kavaleri tambahan di bawah Radu, saudara Vlad yang pro-Utsmaniyah. Di sisi lain, kekuatan Vlad diperkirakan hanya sekitar 25.000–30.000 orang dan berharap bantuan Hungaria di bawah Matthias Corvinus, yang pada akhirnya tidak pernah datang.

Baca juga :
Bacaan Doa Hari ke-30 Bulan Ramadan Lengkap dengan Artinya

Setelah menyeberangi Danube, Mehmed bergerak menuju ibu kota Wallachia, Târgovişte, sementara Vlad menerapkan taktik gerilya dan bumi hangus dengan membakar ladang, meracuni sumur, serta menyerang logistik musuh. Strategi ini dimaksudkan untuk menguras tenaga pasukan Ottoman sebelum terjadi konfrontasi terbuka.

Dikutip dari Warhistory dan Historia, puncaknya terjadi pada malam 16–17 Juni 1462 dalam peristiwa yang dikenal sebagai Night Attack at Târgoviște. Diperkirakan sekitar 7.000 hingga 10.000 pasukan Wallachia menyamar dengan pakaian Ottoman dan menyusup ke kamp utama dengan tujuan membunuh Mehmed di tendanya.

Baca juga :
Keutamaan Hari ke-29 Ramadan dan Doa yang Dianjurkan

Sejarawan Bizantium Laonikos Chalkokondyles dalam Demonstrationes historiarum mencatat bahwa kekacauan melanda kamp Ottoman karena pasukan kesulitan membedakan kawan dan lawan dalam gelap. Dalam kekisruhan itu, Vlad disebut hampir mencapai pusat komando, namun tidak menemukan tenda sultan, melainkan area pejabat tinggi kekaisaran.

Pertempuran malam berlangsung selama beberapa jam hingga fajar, dengan korban besar di kedua pihak dan hasil yang secara militer tidak menentukan. Meski gagal membunuh Mehmed, serangan tersebut menunjukkan keberanian sekaligus keputusasaan Vlad dalam menghadapi kekuatan yang jauh lebih besar.

Keesokan harinya, pasukan Mehmed melanjutkan gerak maju dan menemukan Târgovişte telah ditinggalkan. Yang tersisa adalah pemandangan mengerikan yang kemudian dikenal sebagai “hutan orang tersula”, ribuan tawanan Ottoman yang dipancang sebagai bentuk perang psikologis.

Marius-Mircea Crişan dalam Dracula: An International Perspective menulis, “Vlad terus melakukan perang psikologis, dengan meninggalkan para tawanan Turki yang disula. Sultan sampai tak kuasa melihat ‘hutan prajurit yang disula’.” Gambaran ini menegaskan bahwa konflik tersebut bukan sekadar perebutan wilayah, melainkan juga pertarungan mental.

Secara strategis, Mehmed tetap berhasil mempertahankan pengaruh Ottoman di Wallachia dengan mengangkat Radu sebagai penguasa baru yang loyal. Sementara itu, Vlad melarikan diri ke Transylvania untuk mencari dukungan, namun justru ditangkap dan dipenjara selama lebih dari satu dekade.

Akhir kisah Vlad terjadi pada 1476–1477 ketika ia kembali ke Wallachia namun tewas dalam pertempuran melawan rival yang didukung Ottoman. Sejarawan Matei Cazacu dalam Dracula mencatat, “Sebagaimana tradisi Turki, kepala Vlad dikuliti dan kemudian diawetkan dengan madu dan kapas. Lalu dibawa ke hadapan Mehmed II yang lantas memeriksanya. Kemudian kepalanya dipajang di tembok istana kesultanan.”

Dengan demikian, perburuan Mehmed terhadap Dracula di bulan Ramadan 1462 bukan sekadar legenda atau kisah gotik yang kelak menginspirasi novel Dracula karya Bram Stoker. Ia adalah episode nyata dalam perebutan kekuasaan Balkan abad ke-15, ketika strategi militer, propaganda, dan teror psikologis berpadu dalam satu konflik yang membentuk citra dua tokoh besar dalam sejarah dunia. (*)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Sultan Mehmed Sultan Muhammad Al-Fatih Vlad Dracula Bulan Ramadan Kekaisaran Ottoman

Terkini | Minggu, 02/08/2026 19:54 WIB

Gaya Hidup

Korsel Catat Suhu Terpanas Sepanjang Sejarah, Tembus 42,5 Derajat Celsius

Gaya Hidup

Fenomena Langka 12 Agustus 2026, Ada Gerhana Matahari hingga Hujan Meteor

News

BGN: TEP 2026 Jadi Mitra Strategis Sukseskan Program MBG di Wilayah 3T

News

Kemenkop Dorong TEP 2026 Jadi Agen Perubahan Koperasi Kawasan Transmigrasi

News

Komdigi: Indonesia dan India Buka Babak Baru Kemitraan Digital

Humanika

Kumpulan Doa Memohon Jodoh Terbaik dalam Islam Lengkap dengan Artinya

News

Kemkomdigi Imbau Masyarakat Makin Cermat Periksa Konten di Ruang Digital

Gaya Hidup

Studi Ungkap Kurangi Hoaks di Medsos Tak Otomatis Ubah Keyakinan Pengguna

Gaya Hidup

Ini 6 Aktivitas Quality Time Ayah dan Anak yang Bikin Makin Dekat

Gaya Hidup

Makanan Dihinggapi Lalat, Apakah Masih Aman Dimakan?

Gaya Hidup

Begini Cara Membuat Email Profesional untuk Kerja dan Bisnis

News

Menteri LH Ajak Walhi Galakkan Tobat Ekologis Demi Keberlanjutan Ekonomi

News

69.500 Migran Tinggalkan Ceuta, Spanyol Perketat Perbatasan dengan Maroko

News

Lawan Konten Menyesatkan, Content Creator Dibekali Ilmu Jurnalistik

News

Pesawat Wisata Kecil Jatuh dan Terbakar, 13 Orang Tewas

News

Pameran Kampus Taiwan, Belasan Ribu Pelajar RI Berburu Beasiswa

Gaya Hidup

Hampir 400 Tahun Setelah Karam, Kapal Batavia Masih Menyimpan Kisah Baru

Humanika

Bolehkah Mengadakan Doa Syukuran untuk Rumah Baru?

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777