https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ini Tips agar Tidak Cepat Haus saat Berpuasa

Vaza Diva | Kamis, 26/02/2026 11:11 WIB



Rasa haus sering kali menjadi tantangan utama saat menjalani puasa. Ilustrasi - seorang pria sedang menunggu waktu berbuka puasa (Foto: Pexels/Oladimeji Ajegbile)

Jakarta, Jurnas.com - Rasa haus sering kali menjadi tantangan utama saat menjalani puasa. Bahkan bagi sebagian orang, menahan haus terasa lebih berat dibanding menahan lapar.

Kondisi ini biasanya muncul ketika tubuh kehilangan cairan lebih cepat dari yang seharusnya, terutama jika pola makan dan minum sejak berbuka hingga sahur tidak diatur dengan baik.

Banyak orang mengira solusi paling efektif adalah minum air sebanyak mungkin saat sahur. Padahal, minum dalam jumlah besar sekaligus justru kurang optimal karena tubuh hanya dapat menyerap cairan secara bertahap.

Baca juga :
Ini Tips agar Tak Mudah Mengantuk saat Berpuasa

Cara yang lebih tepat adalah membagi konsumsi air dari waktu berbuka hingga menjelang sahur. Minum beberapa gelas air putih saat berbuka, setelah makan malam, sebelum tidur, dan saat sahur membantu tubuh tetap terhidrasi lebih lama.

Pemilihan makanan juga sangat berpengaruh terhadap rasa haus. Makanan tinggi garam seperti keripik, ikan asin, makanan instan, serta gorengan berlebihan membuat tubuh cepat kehilangan cairan.

Baca juga :
Ini Lima Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Garam menarik air dari sel tubuh sehingga tenggorokan terasa kering lebih cepat. Sebaliknya, makanan yang mengandung air tinggi seperti sayur berkuah, sup, serta buah-buahan segar dapat membantu menjaga keseimbangan cairan.

Buah seperti semangka, melon, jeruk, pepaya, dan timun sangat dianjurkan saat sahur maupun berbuka. Kandungan air dan mineral di dalamnya membantu tubuh mempertahankan hidrasi sepanjang hari.

Baca juga :
Perang Badar, Pertempuran Dahsyat di Bulan Puasa yang Mengubah Sejarah

Selain itu, karbohidrat kompleks seperti oatmeal, kentang rebus, atau nasi merah juga lebih baik dibanding makanan manis berlebihan karena tidak memicu lonjakan gula darah yang cepat turun dan membuat tubuh terasa lemas serta haus.

Kebiasaan minum kopi dan teh berlebihan juga perlu diperhatikan. Minuman berkafein bersifat diuretik, yaitu merangsang tubuh lebih sering buang air kecil sehingga cairan tubuh lebih cepat berkurang. Jika tetap ingin mengonsumsinya, sebaiknya dibatasi dan diimbangi dengan air putih lebih banyak.

Aktivitas harian turut memengaruhi rasa haus. Paparan panas berlebih dan aktivitas fisik berat di siang hari mempercepat penguapan cairan melalui keringat. Karena itu, sebisa mungkin hindari aktivitas luar ruangan pada waktu terik dan gunakan pakaian yang menyerap keringat agar tubuh tidak cepat dehidrasi.

Dengan pengaturan minum yang bertahap, pemilihan makanan yang tepat, serta pengelolaan aktivitas, rasa haus selama puasa dapat dikurangi secara signifikan. Puasa pun bisa dijalani dengan lebih nyaman tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Waktu Puasa Cepat Haus Tips Kesehatan Bulan Ramadan

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777